Jakarta, Katakota.com — Banyak masyarakat yang merasa senang memiliki tato karena alasan keren dan gagah. Padahal, gambar permanen di kulit tersebut selain mencerminkan tidak bersih, juga tidak baik bagi kesehatan kulit.
Menurut dokter spesialis kulit, dr Juni Cahyati dari Islamic Medical Services (IMS), tinta yang digunakan untuk tato merupakan tinta yang tidak diperuntukkan untuk kulit, namun untuk kertas dan kain. Selain itu, tinta tersebut mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan kanker (karsinogenik) yaitu benzopiren.
“Tato permanen itu lama kelamaan akan masuk ke lapisan kulit lebih dalam. Lama-lama gambarnya juga tidak bagus. Kalau kulitnya sensitif atau punya alergi bisa jadi alergi kronis atau bengkak kronis, bisa juga kanker kulit,” ungkap dr. Juni Cahyati seperti dilansir dari Republika.co.id, Jakarta, Sabtu (27/1).
Belakangan banyak masyarakat yang mempunyai tato menyesal dan ingin menghapus tatonya. Sayangnya, cara untuk menghapus tato sangat sulit sehingga membutuhkan biaya yang besar.
Ada beberapa cara untuk menghapus tato secara permanen. Pertama, dengan melakukan demabrasi yaitu menggosok atau mengamplas permukaan kulit yang terdapat tato hingga halus dan tato hilang.
Kedua, dengan melakukan bedah kulit, membuang kulit bertato dan melakukan transplantasi kulit yang sehat di bekas kulit bertato. Namun, kedua cara tersebut memiliki risiko infeksi hingga timbulnya keloid atau bekas luka yang menonjol.
Cara yang relatif aman dengan menggunakan operasi laser yaitu menembakkan laser ke tato. Dalam Layanan Hapus Tato Gratis ini, mesin laser yang digunakan adalah Laser Q switch ND Yag yang menargetkan untuk menembak pigmen warna gelap atau hitam (melanin) dan warna merah (hemoglobin).
Untuk itu ia menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan tinta permanen tersebut di tubuh.
Sumber : Republika
Uploader : Cecep R./Qy
























