Tangerang, Katakota.com — 11 Bangunan liar disekitaran Bantaran kali mokervart Tanah dibongkar paksa oleh satuan polisi pamong praja kota tangerang Rabu (4/7).
Pada pembongkaran tersebut sempat terjadi adu mulut antara petugas dan pemilik bangunan yang menolak bangunannya dibongkar.
“kami memang salah, tapi tolong berikan kita waktu satu minggu lagi untuk membongkarnya sendiri”, rengek Sriwani yang bangunannya turut terkena penertiban.
Ia mengaku, didalam bangunan yang tertibkan oleh petugas satpolPP masih banyak terdapat barang – barang pribadi milikinya.
“tolong pak, didalam masih banyak barang – barang kami, beri kami waktu lagi untuk membongkar bangunan kami, karna kayu dan material lainnya masih bisa untuk kami pakai lagi,”kata Sriwani.
Kendati telah merengek dan meluapkan emosinya, petugas yang menamakan dirinya tim alap -alap tersebut tetap membongkar bangunan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga.
“kita akan membantu untuk mengevakuasi barang – barang bapak – bapak tapi kami tidak bisa menunda penertiban ini karna ini menyangkut kenyaman dan ketertiban,”kata Gufron kepada sejumlah warga tersebut.
Ia menuturkan, Pembongkaran tersebut dilakukan setelah sebelumnya warga diberikan beberapa kali peringatan dan himbauan untuk membongkar sendiri bangunannya tersebut.
“sudah lebih dari sebulan yang lalu kami memberikan pemahaman dan himbauan untuk membongkar sendiri bangunannya tapi sampai dengan waktu yang telah ditetapkan tidak ada pembongkaran yang dilakukan oleh warga,”jelasnya.
Menurutnya, pembongkaran tersebut terpaksa dilakukan lantaran ia menilai bangunan yang berdiri disepanjang bantaran kali tersebut akan terus bertambah dan berkembang biak jika tidak segera di bongkar.
“selain sudah tertuang dalam peraturan daerah, penertiban ini bertujuan agar bangunan yang berdiri tersebut tidak berkembang biak dan beranak pinak, karna kalau sudah mulai menjamur ini akan lebih sulit ditertibkan,”jelasnya.
Disisi lain, penertiban bangunan liar yang berdiri dibantaran kali tersebut sering kali dikeluhkan warga lantaran tidak jarang tempat tersebut disinyalir seringkai dijadikan tempat untuk berbuat mesum.
“ada beberapa warga yang mengeluhkan keberadaan gubuk – gubuk liar ini, dan kalau dilihat dari lokasinya tidak menutup kemungkinan gubuk – gubuk tersebut dijadikan sebagai tempat mesum,”jelasnya.
Penulis : Roy
Editor : eky
Uplpader : Cecep R.

























