Bendera Palestina turut mewarnai aksi solidaritas memperingati dua tahun genosida di Gaza di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).
Massa yang berkumpul sejak siang tampak mengibarkan bendera Palestina berwarna merah, hitam, putih, dan hijau berdampingan dengan panji berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid.
Kedua simbol itu berkibar berdampingan di antara kerumunan massa, melambai tertiup angin di bawah terik matahari.
Seorang peserta aksi, Fikri (28), membawa panji putih bertuliskan kalimat tauhid di tengah kerumunan. Ia mengatakan, bendera tersebut bukan simbol politik, melainkan bentuk semangat perjuangan dan solidaritas.
“Panji ini simbol keimanan, simbol perlawanan terhadap kezaliman. Kami bawa ini bukan untuk partai atau organisasi, tapi karena keyakinan bahwa membela Palestina itu bagian dari iman,” ujar Fikri kepada Kompas.com di lokasi.
Peserta lain, Salsabila (22), mahasiswi asal Jakarta Timur yang juga membawa bendera serupa, menyebut panji tersebut sebagai pengingat agar umat Muslim tidak diam terhadap ketidakadilan.
“Rasulullah mengajarkan untuk tidak diam melihat penindasan. Panji ini pengingat supaya kita semua tidak lupa, bahwa perjuangan Palestina juga perjuangan kemanusiaan,” ujarnya sambil mengibarkan bendera di depan panggung utama.
Tokoh agama Ustaz Felix Siauw turut hadir dan memberikan orasi di hadapan massa. Ia menegaskan aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi damai rakyat Indonesia terhadap situasi di Gaza.
“Acara ini intinya hanya pemberian aspirasi, bahwa Indonesia punya dukungan penuh untuk saudara-saudara di Gaza dan Baitul Maqdis,” ujar Felix.
“Ini bukan soal politik domestik, tetapi pendidikan publik supaya orang-orang tahu bahwa kita masih punya saudara di Palestina,” tambahnya.
Felix juga menyoroti peran Amerika Serikat yang dinilainya terus mendukung kebijakan Israel.
“Kami mau kasih tahu ke dunia, genosida ini tidak boleh dibiarkan. Kalau masih berlanjut, berarti dunia tahu seperti apa munafiknya hukum internasional ketika menyangkut umat Muslim,” tegasnya.
Meski cuaca panas, massa tetap bertahan hingga sore hari. Mereka bergantian menyanyikan lagu perjuangan, melantunkan doa, dan menyerukan boikot terhadap produk yang dianggap mendukung Israel.
Sejumlah relawan tampak membagikan air mineral dan roti gratis kepada peserta aksi dan pengguna jalan.
Di sisi lain, beberapa peserta juga membagikan flyer bertuliskan pesan seperti “Free Palestine”, “Stop Genocide Gaza”, dan kutipan ayat Al-Qur’an yang menyerukan solidaritas terhadap sesama manusia.
Aksi ini digelar oleh jaringan Global Peace Convoy Indonesia bersama sejumlah lembaga kemanusiaan dan organisasi masyarakat.
Peserta aksi mayoritas berpakaian serba hitam dan putih, banyak di antaranya mengenakan syal keffiyeh khas Palestina.
Di antara bendera yang berkibar, tampak panggung utama dengan backdrop besar bertuliskan “Dobrak Blokade, Stop Genosida Gaza”.
Aksi ini menandai tema utama peringatan dua tahun serangan di Gaza yang disebut telah menewaskan ribuan warga sipil sejak 2023.
Selain membawa bendera dan flyer, peserta aksi juga mengibarkan spanduk bertuliskan “Boycott Products Supporting Israel” dan “Trust No More Gaza Exposed Your Fake Human Rights & Democracy” yang menyoroti sikap negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam konflik tersebut.
Source: Kompas.com


































