Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui jalur prestasi non-akademik yang diperlombakan mendapat respons positif dari masyarakat Kota Tangerang. Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) negeri mencatat tingginya minat calon peserta didik untuk mendaftar melalui jalur tersebut, Kamis (02/07/2026)
Pantauan di SMP Negeri 16 Kota Tangerang, SMP Negeri 3 Kota Tangerang, dan SMP Negeri 32 Kota Tangerang menunjukkan proses pendaftaran berlangsung tertib. Tingginya jumlah pendaftar disebut tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan sekolah serta rekam jejak prestasi masing-masing satuan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 16 Kota Tangerang, Nandang Suwardi, mengatakan sekolahnya memperoleh kuota lebih besar untuk jalur prestasi non-akademik yang diperlombakan karena memiliki branding sebagai sekolah prestasi olahraga.
“Untuk SMP Negeri 16, jalur prestasi non-akademik yang diperlombakan mendapat kuota 10 persen, sedangkan sekolah negeri lainnya umumnya 5 persen. Karena menjadi sekolah dengan branding prestasi olahraga, setiap tahun antusiasme calon peserta didik selalu sangat tinggi,” ujar Nandang.
Menurut dia, banyak orang tua sengaja memilih SMP Negeri 16 agar anak-anak mereka dapat mengembangkan prestasi di bidang olahraga, baik melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) maupun berbagai kompetisi lainnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Kota Tangerang, Amsarudin Ruslani, menyebut pelaksanaan SPMB tahun ini mengalami peningkatan jumlah pendaftar, terutama pada jalur domisili dan prestasi non-akademik.

Ia menilai tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan sejak jauh hari melalui berbagai media, mulai dari media sosial, grup WhatsApp, komite sekolah hingga koordinator kelas.
“Sejak awal kami sudah melakukan sosialisasi secara masif. Seluruh guru, komite, dan koordinator kelas ikut membantu menyampaikan informasi pelaksanaan SPMB sehingga masyarakat memahami mekanisme pendaftaran,” kata Amsarudin.
Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 32 Kota Tangerang, Sahidin, memastikan seluruh tahapan SPMB di sekolahnya berjalan lancar, mulai dari jalur inklusi, anak yatim, afirmasi, domisili hingga prestasi.

Menurut Sahidin, kelancaran pelaksanaan SPMB didukung oleh sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada pengurus RT dan RW di lingkungan sekitar sekolah. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami prosedur pendaftaran dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan lancar tanpa hambatan. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi karena mereka melihat lingkungan sekolah yang nyaman sekaligus prestasi siswa yang terus berkembang, baik pada ajang FLS3N maupun berbagai kejuaraan olahraga,” ujarnya.
Pelaksanaan SPMB di Kota Tangerang sendiri dilakukan secara daring melalui sistem yang disiapkan Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Selain jalur prestasi non-akademik, penerimaan peserta didik juga dilakukan melalui jalur domisili, afirmasi, mutasi, penyandang disabilitas, serta jalur prestasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku. (Agung)



























