Cerita Susan, WNA Austria Hingga Masuk LPP Klas II A

107

Tangerang, Katakota.com —  Mengenakan pakaian kebaya berwarna merah Susan  Mayr (35) perempuan asal Austria penghuni Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang berlenggak lenggok dalam peragaan busana memperingati hari ibu di aula Lapas, Tangerang, Selasa (17/12).

Sorot mata khas warga Eropa sangat terlihat saat wartawan mewawancarai langsung perempuan yang dulunya bekerja sebagai dancer ini.

Terjerat kasus narkotika pada 2013 silam membawanya menjadi penghuni hotel prodeo dengan masa hukuman selama 18 tahun.

“Saya dijebak kawan saya, akhirnya pas saya menerima undangan untuk tampil di Indonesia di X-ray bandara Soekarno Hatta saya kena,”ucapnya

Perempuan yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini sempat menjalani masa hukuman di Rutan Pondok bambu, Jakarta. Kemudian di 2015 pindah ke LPP Klas II A Tangerang.

Ia mengaku belajar bahasa Indonesia sejak 2015, awalnya sulit namun karena sering beeinteraksi dengan warga Indonesia memudahkan dalam memahaminya.

“Dua tahun di Indonesia saya tidak bisa bahasa Indonesia, di 2015 baru saya mulai belajar selama satu tahun,”imbuhnya.

Sempat menikah namun kemudian berpisah membuat liku jalan hidup perempuan yang jago bernyanyi ini semakin kuat menjalani hidup dan ujian seperti sekarang. Dua orangtuanya yang masih hidup sempat mengunjunginya di 2013.

“Ayah saya datang pada 2013 lalu, memberikan dukungan kepada saya agar tetap kuat menjalani hukuman. Dia tau saya kuat, saya harus kuat,” katanya.

Ditanya soal kesenangannya saat ini, perempuan yang menghuni tahanan di blok Anggrek ini senang bernyanyi rap. Belum lama ini ia menciptakan lagu jenis rap yang berlirik soal motivasi hidup dan ajakan jauhi narkoba.

“Saya buat lagu rap ini selama dua hari, saya gabung bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Saya bisa dengan mudah membuat lagi, saya ingin lewat lagu ini orang tahu kalau kita harus semangat dan punya Tuhan yang memiliki kekuatan,” ujarnya.

Ia memiliki harapan, kelak ia bisa menjadi warga negara Indonesia karena menurutnya Indonesia masyarakatnya sangat Ramah dan santun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.