Cerita Warga Kampung Hijrah Hapus Stigma Negatif “Narkoba dan Prostitusi”

10
Warga Kampung Hijrah RT 07 RW 04 Kampung Sawah Dalam Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang/dit

Selama puluhan tahun wilayah di RT 07 RW 04 Kampung Sawah Dalam Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang di kenal luas sebagai lokasi prostitusi. Tak hanya itu disana sebelumnya juga kerap dijadikan tempat transaksi dan penggunaan narkoba bahkan disebut kampung Ambonnya Tangerang.

Kondisi ini membuat warga resah termasuk Deny Hasan selaku Ketua RT 07 sekaligus inisiator kampung Hijrah.  Ia tak ingin prostitusi dan narkoba merusak generasi muda setempat.

Hijrah atau berubah menjadi solusi agar generasi muda terselamatkan kemudian menghapus stigma buruk kampung mereka.  Deny  mengajak pemuda dan warga mulai Hijrah menata lingkungan dengan program Kamtibmas pengawasan prostitusi dan narkoba.

“Kami merasa malu dan bodoh kalau tidak bisa merubah kondisi ini, Kita mulai memperkuat organisasi RT dengan menerima aspirasi dan usulan dari warga untuk memperbaiki lingkungan, lalu kita pasang portal dan CCTV di delapan titik untuk melakukan pengawasan mencegah prostitusi dan narkoba di wilayah kami,” ujar Deny.

Ide Deny mengagas Kampung Hijrah didukung kehadiran pemuda setempat yang baru saja pulang nyantri dari Pondok Pesantren. Satu persatu kegiatan positif dimulai dan menjadi wadah warga setempat dalam berkreatifitas.

“Dimulai dengan pengajian, seni musik, kerja bakti dan memanfaatkan lahan tidur untuk berkebun dan budidaya ikan, yang paling penting dalam proses pembentukan kampung Hijrah adalah ada kegiatan positif di lingkungan,” katanya.

Siapkan Ekowisata Kampung Hijrah

Pemanfaatan lahan tidur milik warga untuk berkebun dan budidaya ikan terus dikembangkan oleh warga Kampung Hijrah dengan mempersiapkan ekowisata terpadu. Kehadirannya diharapkan menjadi penggerak perekonomian masyarakat setempat.

Ekowisata terpadu nantinya akan memfasilitasi pelaku UMKM menjajakan produknya, kemudian juga adanya wisata air, camping ground, dan sarana edukasi lainnya. Upaya ini merupakan salah satu visi misi terbentuknya kampung Hijrah agar memberikan manfaat bagi warga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang dapat menggerakan perekonomian, mendatangkan wisatawan baik dalam Kota maupun luar Kota Tangerang,” katanya.

Cita-cita warga Kampung Hijrah sejalan dan didukung oleh Pemkot Tangerang melalui Kelurahan Panunggangan menetapkan Kampung Hijrah sebagai Kampung Tematik pada Agustus tahun 2020 lalu.

“Kami terus berproses dengan Kerjabakti swadaya memenuhi kebutuhan kampung Hijrah,Rasa memiliki kampung yang tinggi membuat warga terus mengeluarkan bantuan materi. Dukungan Pemkot juga terus diberikan contohnya pembangunan paving block untuk jalan dan lainnya,” katanya.

Lampu Paralon, Kreativitas Pemuda Kampung Hijrah

Salah satu produk kreativitas pemuda kampung Hijrah adalah lampu hias berbahan pipa paralon. Pipa yang biasanya dipergunakan untuk menyalurkan air itu disulap menjadi lampu hias dengan variasi gambar bernilai ekonomi tinggi.

Windarto selaku Sekretaris RT 07 mengatakan, kreativitas lampu hias pipa paralon berawal dari memanfaatkan barang-barang tak terpakai yang ada disekitar kampung Hijrah. Pemuda setempat mempelajari pembuatannya melalui Youtube.

“Paralon gampang dicarinya, Awet tak mudah pecah dan gampang dibentuknya,” ujar pria yang akrab disapa Acong ini.

Motif lampu pipa paralon dapat dipesan sesuai permintaan konsumen seperti motif wayang, kartun, dan kaligrafi. Lampu hias yang menjadi ikon dan Oleh-Oleh khas Kampung Hijrah ini telah dipasarkan mulut ke mulut dengan kisaran harga 120-150 ribu perbuahnya.

“Pesanan banyak di Jabodetabek , kita juga sedang siapkan pemasaran secara online agar semakin luas pemasarannya,” katanya.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.