Festival Industri Kreatif Keranggan, Manfaatkan Potensi Kearifan Lokal

30

Tangsel,Katakota.com- Warga Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu diminta fokus pada pengembangan Industri Kreatif.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kota Tangsel, H Muhamad saat membuka Festival Industri Kreatif Keranggan, pada Selasa (5/12)  sampai dengan Kamis (7/12).

Ia meminta agar masyarakat tetap mempertahankan lahan yang ada jangan sampai lepas kepada pihak pengembang. Lahan yang ada saat ini harus dikelola dengan baik dan menjadikan hasil yang produktif.

“Di sini satu kesempatan lahan yang memiliki potensi dan beruntung  tidak diambil oleh pengembang. Oleh karena itu saya minta  ini jangan dijual keluar. Diperdayakan saja. Jika dijual salah kelola uang bisa jadi miskin,” ujar H Muhamad.

Pemerintah kota Tangsel tentu mendorong dan harus memperhatikan daerah yang memang dikelola oleh masyarakat untuk kemajuan produktifitas warga sekitar.

Berbeda dengan kawasan yang dikelola oleh pengembang dengan cepat maju dan pesat. Karena meraka akan mudah membangun berbagai fasilitas tanpa bersusah payah.

”Sesuai tata ruang yang berlaku kita perhatikan kepada pengembang apakah mereka benar tidak dalam membangun. Sedangkan kawasan yang seperti ini pemerintah harus ikut berperan agar penataan wisatanya terkelola dengan baik,” tambahnya

Warga pun diminta untuk tetap melestarikan kerbau sebagai destinasi wisata saat banyak orang berdatangan mencari rekreasi liburan atau sekedar mencari kuliner. Potensi-potensi alam yang ada seperti pemancingan, sungai dan yang lain-lain perlu dikelola dengan baik agar menjadi daya tarik tersendiri.

“Melihat kerbau yang lewat itu sudah menjadi keindahan tersendiri, saat ini sudah jarang melihat pemandangan seperti itu, berharap tetap dipertahankan,” tuturnya.

Selain memanfaatkan alam, pemanfaatan kawasan permukiman juga perlu dikelola. Menurutnya tidak perlu dibangun hotel, cukup memanfaatkan rumah penduduk untuk tempat penginapan bagi warga yang ingin berkunjung dan bermalam. Konsep ini telah dilakukan diberbagai daerah dan sudah berjalan mereka cukup menarik dimintai banyak wisatawan.

“Mulai saat ini coba melakukan penataan rumah-rumah agar rapih bersih sehingga sewaktu-waktu ada yang menginap mereka nyaman. Ini telah dilakukan di beberapa daerah rumah warga disewakan bagi pengunjung,” tukasnya

Semua warga pun harus dimaksimalkan untuk memproduksi berbagai makanan olahan, tentu banyak selain kacang keranggan yang sudah sangat terkenal, ada macam-macam seperti opak, getuk keripik singkong dan keripik pisang serta jenis olahan makanan lezat.

“Saya minta ibu-ibu menjadi usaha industri kreatif misalnya kacang Keranggan mulai memperhatikan kemasan yang menarik agar pembeli lebih senang. Sesuaikan kemasan untuk dihotel kemasan tak perlu terlalu besar kecil saja tapi kualitasnya bagus,” tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana menyampaikan tujuan Festival Keranggan ini untuk   mengembangkan dan memperkenalkan potensi Keranggan cukup bagus. tinggal bagaimana mengembangkan kedepan dengan maksimal.

“Ini luar biasa dari awal ide-ide keratif merekayang tergabung dalam Komunitas Kampung Kreatif Cisadane (K3C) memulainya. Maka inilah tugas kami dalam membawa bagaimana bisa mengembangkan lebih jauh lagi,” katanya.

Pengelola wisata Keranggan, Alwani mengatakan, Beberapa acara di antaranya adalah mancing, lomba fotografi, tumpeng, kreasi budaya lokal seperti marawis. Menurutnya Keranggan telah banyak dikunjungi wisatawan berbagai negera, China, Korea dan Jerman.

Di samping itu, potensi yang ada, kacang keranggan per minggu mencapai 10 ton. Singkong per 2 hari menghabiskan 2 ton, dan pisang menghabiskan 2 ton per hari untuk membuat keripik. Termasuk ada 10 Taman Kanak-Kanak yang akan edukasi tentang alam setiap bulan secara bergantian. (Adit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.