Pemerintah Kota Tangerang telah mencanangkan penurunan angka pengangguran terbuka sampai 5,89 persen di 2025 hingga 4,80 persen di 2029 melalui program “GAMPANG KERJA”. Hal tersebut berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Perlu diketahui telah terjadi penurunan angka pengangguran selama periode kepemimpinan sebelumnya di Kota Tangerang yakni dari 8,63 persen di 2020 menjadi 5.92 persen di 2024.
Kepala Dinas Ketenagakerjaa (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan Pemkot Tangerang juga menargetkan dapat meningkatkan angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada tahun 2025 sampai 47,01 persen dengan mendorong perluasan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kota Tangerang.
“Kami juga berusaha melanjutkan tren peningkatan penyerapan tenaga kerja produktif yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir lewat penyediaan program pelatihan teknis di Balai Latihan Kerja sampai menggelar job fair secara rutin,” kata Ujang.
Sementara itu terdapat sejumlah program unggulan yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan diantaranya :
1. Balai Latihan Kerja
Dinas Ketenagkerjaan Kota Tangerang mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai upaya untuk meningkatkan angka serapan tenaga kerja. Sejak dibentuk pada 30 Oktober 2003 sebagai tindaklanjut Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 10 Tahun 2003, BLK Kota Tangerang telah banyak memberikan pelatihan kepada masyarakat. Dinas Ketenagakerjaa (Disnaker) Kota Tangerang mencatat, selama dua tahun yakni 2023 dan 2024 ada 2.523 peserta dari 131 angkatan yang telah diberikan pelatihan di BLK Kota Tangerang dan membuka usahanya.
Di BLK Kota Tangerang terdapat delapan kelas pelatihan yakni menjahit, teknik pendingin atau teknik AC, perhotelan, tata boga, operator komputer, instalasi listrik, desain grafis dan percetakan, serta kelas teknik kendaraan atau servis motor. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 ada berbagai pelatihan kerja yang disiapkan diantaranya Operator Komputer, Desain Grafis dan Percetakan Digital, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Instalasi Listrik, Menjahit Pakaian Wanita, Housekeping, Barber, Social Media Specialist, Web Programming, Tata Boga, Teknisi AC, Tune Up Sepeda Motor, Make Up Artist (MUA), Service Telepon Selular, Konstruksi Atap Baja Ringan, Konstruksi Lantai Keramik.
2. Kesempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang memastikan pelaksanaan bursa kerja yang berlangsung juga menyediakan lowongan kerja untuk penyandang disabilitas. Ujang berharap program ini dapat menjadi kabar baik untuk teman-teman disabilitas yang semangat membangun masa depan, dengan berkecimpung ke dunia kerja secara langsung.
Tak hanya itu, Pemkot Tangerang juga melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang belum merekrut pekerja penyandang disabilitas. Hal ini sesuai Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 800/Kep.382-Disnaker/2023 yang mewajibkan setiap perusahaan mempekerjakan minimal satu persen tenaga kerja penyandang disabilitas.
Apalagi Pemerintah Kota Tangerang telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan serta menjalin kemitraan dengan Yayasan Disabilitas Mandiri Indonesia serta sejumlah perusahaan. Ujang menambahkan Unit Layanan Disabilitas adalah bagian upaya Disnaker memastikan pemenuhan serapan tenaga kerja bagi kelompok disabilitas dapat terlaksana. Unit Layanan Disabilitas adalah layanan yang dapat dimanfaatkan teman-teman disabilitas untuk mencari kerja dan selama ini terkendala dalam proses daring atau lainnya.
3. Job Fair
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang memastikan akan mengoptimalkan program bursa kerja atau job fair dalam upaya menyerap tenaga kerja produktif dan menekan pengangguran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaa (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan kegiatan job fair dibagi dalam dua yakni job fair offline yang digelar setiap tiga bulan dan virtual job fair setiap bulan. Program bursa kerja sejak diluncurkan pertama kali September 2020 hingga Maret 2025, sebanyak 22.965 pekerja berhasil terserap melalui program ini. “Ini bukan sekadar angka, tapi wujud nyata bahwa kehadiran pemerintah mampu menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha,” kata Ujang.
4. On The Job Training
Pemerintah Kota Tangerang melibatkan perusahaan untuk melaksanakan program on the job training (OJT) guna menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja lokal yang memiliki potensi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya bagi para pencari kerja pemula dan lulusan baru. Sebab peserta mendapat pengalaman langsung di dunia kerja.
Program OJT juga membuka peluang bagi perusahaan untuk secara mandiri merekrut dan melatih pencari kerja lokal sesuai kebutuhan spesifik perusahaan. Apalagi program ini tidak hanya bermanfaat bagi pencari kerja, tetapi juga menjadi solusi efektif bagi perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan terlatih.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra menuturkan program OJT adalah bagian dari inovasi Pemkot Tangerang dalam memberikan pelatihan berbasis praktik langsung di perusahaan. Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap terciptanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Wali Kota Sachrudin menargetkan sebanyak 580 pencari kerja (pencaker) mengikuti program on the job training (OJT) pada tahun 2025 dengan sistem pelatihan selama satu bulan di lingkungan pabrik atau perusahaan.
“Ini adalah bagian dari upaya kami, khususnya bagi para pencaker agar memiliki pengalaman dan keterampilan kerja yang dibutuhkan oleh industri-industri di Kota Tangerang,” katanya


























