Jakarta, KataKota – Sepanjang semester I 2017, Penjualan domestik industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengalami penurunan sekitar 30 persen sedangkan kinerja ekspor mengalami peningkatan 3 persen dengan nilai mencapai US$ 5 miliar (Rp 66,58 triliun).
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pelaku usaha tekstil lebih memilih meningkatkan ekspor daripada mendorong penjualan dalam negeri karena tidak bisa bersaing. Hal ini sudah hampir lima tahun berlangsung karena penjualan industri TPT mengalami penurunan karena terus diserang produk impor dari Tiongkok.
Kinerja ekspor TPT terus membaik bahkan permintaannya terus tinggi ke negara ASEAN. Ia optimistis target ekspor tahun ini sebesar US$ 12 miliar bisa dicapai.
“Ekspor terus membaik sementara penjualan dalam negeri terus turun,” ujar dia, di Jakarta, Jumat (4/8).
Agar ekspor TPT terus meningkat, ia berharap pemerintah mempercepat perundingan perdagangan bebas dengan Uni Eropa bisa rampung pada 2019. Jika perundingan perdagangan tersebut rampung maka ekspor bisa meningkat 100 persen. (Q/KK)


























