Kemhub Alokasikan Dana Rp 1,3 Triliun untuk Pembangunan Transportasi di Banten

76
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek apartemen. Foto dan Teks: Jhony Hutapea

Serang, KataKota.com –

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk program kegiatan sektor perhubungan di wilayah Provinsi Banten tahun anggaran 2016.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi lima sektor utama di Kemhub, yakni perhubungan darat, perhubungan laut, perhubungan udara, perkeretaapian, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan.

“Sebagai salah satu pengguna anggaran negara terbesar, Kemhub menginginkan agar penyerapan anggaran tahun ini dapat lebih fokus untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi di semua provinsi di Indonesia, termasuk di Banten,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan, Umiatun Hayati Triastuti saat melakukan audiensi dengan Gubernur Banten Rano Karno, di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang, Selasa (16/2).

Hayati menjelaskan, ada tiga fokus kerja Kemhub dalam sektor transportasi yakni peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan kapasitas.

“Untuk di Banten ada 27 proyek infrastruktur transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian yang akan dikerjakan tahun ini. Proyek-proyek tersebut tersebar di Kabupaten Tangerang, yaitu di Balai Kalibrasi Fasilitasi Penerbangan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Mauk Tangerang, Bandara Budiarto, Balai Teknik Penerbangan, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug. Untuk di Kota Cilegon pembangunan gedung Kantor Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Merak,” jelasnya.

Sementara di bidang perkeretaapian, Hayati menjelaskan, proyek pembangunan jalur ganda kereta api antara Maja-Rangkasbitung sepanjang 3 KM akan dilanjutkan. Selian itu akan ada subsidi operasi bus perintis bagi 4 trayek serta perlengkapan jalan nasional di 8 ruas bagi satker perhubungan darat Provinsi Banten.

“Kami mohon dukungan dan koordinasi daerah untuk mendukung semua program kegiatan ini”, pintanya.

Selain pembahasan proyek 2016, pihaknya juga melakukan pembahasan persoalan lainnya terkait transportasi di Banten, seperti rencana reaktivasi rel kereta ke Banten Selatan dan pembangunan Bandara Banten Selatan di Panimbang.

“Pertemuan ini sebetulnya seperti keinginan Pak Menteri untuk mendengarkan kebutuhan pemerintah daerah dalam sektor perhubungan, kami juga memaparkan sejumlah program nasional untuk disinkronkan dengan pemerintah daerah”, katanya.

Ia mengungkapkan, beberapa program nasional di bidang perhubungan yang dalam pembahasan adalah reaktivasi rel kereta yang menuju Pandeglang dan pembangunan bandara di Pandeglang.

“Iya, reaktivasi beberapa jalur kereta api di Banten sudah menjadi program, tahun ini sudah mulai dibahas, sementara untuk bandara masih dalam proses pengkajian”, tambahnya.

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, secara struktur Provinsi Banten sangat strategis dengan adanya 4 (empat) bandara, pelabuhan besar, 13 ribu industri dan ditambah dengan 3 kawasan indutri baru yang akan diresmikan oleh pemerintah pusat. Hal ini tentunya harus ditunjang oleh transportasi yang memadai baik transportasi darat, laut, dan udara.

“Kami sangat berharap banyak kepada Kemhub, terutama rencana pembangunan Pelabuhan Bojonegara. Kami meyakini pembangunan Bojonegara adalah keputusan tepat dan strategis, dan akan mengurangi kemacetan di Tanjung Priok,” ujarnya.

Selain Pelabuhan Bojonegara, Gubernur Banten juga berharap agar pemerintah pusat untuk melebarkan jalan Cilegon-Anyer. (Berita1/eq)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.