Katakota.com- Dulu sunat itu menakutkan. Rasanya sakit dan banyak menimbulkan pendarahan. Tapi berkat inovasi dari klinik Berani Sunat Center (BSC) ketakutan dan sakit itu hilang. Dengan menghadirkan metode kids friendly yang nyaman sehingga membuat anak-anak menjadi berani dan kuat.
Menurut dokter Darsono selaku Co-Founder dari BSC, metode dalam sunat tercanggih adalah dengan metode mold sealer. Metode ini adalah penggabungan antara kombinasi Tekno Klem sebagai alat cetak dengan elektrosurgery unit ( ESU).
Alat itu mempunyai keunggulan yaitu pada saat proses pemotongan kulit kulup. Luka yang dihasilkan akan secara cepat tertutup dan kering.Sehingga akan meminimalisir bahkan menghilangkan pendarahan.
“Kami memakai sealer skin adgesive glue atau lem kulit. Sebagai menyatukan jaringan luka dan ini berfungsi sebagai pengganti proses jahit,” kata Ketua Umum Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) itu.
Dijelaskannya, manfaat metode Mold Sealer ini adalah tanpa jahitan, tanpa perban, tanpa alat menempel, tanpa perlu kontrol. Anak-anak juga bisa bermain dan beraktivitas di sekolah. Boleh mandi seperti biasa karena minimal pendarahan. Pemulihan cepat hasil rapih dan estetis.
Keunggulan BSC yaitu ditangani oleh dokter yang berpengalaman dibidangnya. BSC merupakan member Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI). Mempunyai metode Kids Friendly. Anak merasakan nyaman dan menjadi berani dan kuat dengan melalui tahapan.
Ambience, membuat ruangan agar bisa menarik perhatian dan membangkitkan keberanian anak.
Metaphor, mengajak anak menjadi Super Hero dengan mengenakan jubah agar menimbulkan perasaan berani dan kuat. Action, melakukan peran sebagai Super Hero.
Mempunyai Super Hero sebanyak tujuh karakter yang disebut sebagai B-Man Squad yang memiliki peran masing-masing untuk membuat anak menjadi berani dan kuat.
Sementara itu, Prof.Dr. Hj. Anna Mariana, selaku Pembina di BSC yang juga Ketua Umum KADIIFA itu mengatakan, metode sunat super canggih dengan teknologi terbaik telah hadir di Indonesia.
“Belum ada sunat yang tanpa jahit dan tanpa perban. Ini metode baru banget,” katanya.(Ditca)


























