Mengenal Bola Sundul, Olahraga Asli Kabupaten Tangerang

4
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat memainkan bola sundul/ ist

Bola sundul merupakan jenis olahraga asal Kabupaten Tangerang yang menarik perhatian dan mulai digemari di Tanah Air. Olahraga ini menjadi kebanggaan tersendiri khususnya bagi warga Kabupaten Tangerang karena kali pertama diperkenalkan di daerah ini.

Dikutip dari Tangerangkabupaten.go.id, bola sundul diperkenalkan oleh Iratmoko pada tahun 2003 saat berprofesi sebagai guru olahraga di SMAN 1 Tigaraksa. Olahraga ini dimainkan menggunakan kepala dengan cara disundul. Ide tersebut muncul ketika ia melihat murid yang sudah mulai jenuh dengan permainan yang ada.

Selain itu, ada keterbatasan peralatan olahraga yang dimiliki sekolahnya saat itu mendorong dirinya agar menciptakan jenis olahraga yang lebih banyak menggunakan teknik kepala.

“Sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, permainan ini terinspirasi dari sepakbola dan bola voli, di dalam olahraga Bola Sundul terdapat filosofis dan nasionalisme, serta terkandung unsure religious, unsure pendidikan dan unsure hiburan,” ucap Iratmoko saat dikonfirmasi  oleh tim liputan Diskominfo.

Cara bermain bola sundul ini tidaklah rumit. Para pemain hanya perlu menyiapkan dua regu, bola, dan net. Dalam satu regu, permainan ini hanya terdiri dari empat orang. Selain itu, satu regu boleh mendaftarkan maksimal tujuh pemain, empat orang sebagai pemain dan tiga pemain cadangan.

Arena permainan bola sundul ini tergolong kecil dengan menggunakan lapangan seluas 45 meter dengan bentuk menyerupai belah ketupat. Sistem penilaiannya menggunakan sistem reli poin layaknya olah raga voli. Sementara kemenangan regu ditentukan setelah regu mencapai angka 17 poin.

Sampai saat ini, bola sundul telah disosialisasikan ke berbagai wilayah di Indonesia dan mendapat dukungan serta tanggapan positif dari beberapa daerah. Dikutip dari laman website Disporabudpar Kutai Kartanegara, pada tahun 2020 lalu, olahraga ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat, yaitu dengan digelarnya pelatihan pelatih dan perlombaan bola sundul.

“Di Desa Loa Duri Kabupaten Kutai Kartanegara, kami menggelar sosialisasi permainan bola sundul. Kami juga go pelatihan pelatih dan sekaligus 11 s26u lomba, animonya cukup tinggi di sini,” ungkap Kepala Disporabudpar Kabupaten Kutai Kartanegara, Awang Ilham.

Selain itu, pada tahun 2017 lalu, permainan bola sundul ini juga meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepadbba Pemerintah Kabtupaten Tangerang karena berhasil menggelar permainan bola sundul yang diikuti oleh 4.000 pelajar.

Untuk mengapresiasi olahraga asli Kabupaten Tangerang ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menamakan “Bola Sundul” sebagai salah satu ruangan yang dipakai untuk keperluan rapat antardinas. Ruangan ini terletak di Gedung Usaha Daerah (GUD), Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.(ds/rs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.