Minim Polusi, Musayama Jadi Solusi Permasalahan Sampah di Indonesia

37
Minim Polusi, Musayama Jadi Solusi Permasalahan Sampah di Indonesia,(adit/katakota.com)

Tangsel, Katakota.com– Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA), hampir di seluruh indonesia sudah melebihi kapasitas, dan terancam ditutup karena mendapat protes dari warga.

Penutupan TPA sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika UU No 18 tahun 2008, tentang pengolahan sampah dapat dijalankan dengan benar, tetapi ternyata hingga saat ini tidak ada solusi pemusnahan sampah yang efektif berjalan di Indonesia.

Hingga saat ini di Indonesia belum ada teknologi pemusnah sampah yang efektif. Selama ini sampah hanya berpindah tempat hingga terbawa ke laut.

Sebuah perusahaan pengelola sampah ABU & Co, yang berdomisili di BSD adalah perusahaan pengolah sampah di Indonesia yang mengembangkan mesin pemusnah secara efektif minim polusi.

Perusahaan milik H. Ir. Kemal Pasya ini berhasil membuat satu unit pemusnah berkapasitas 20 ton yang nyaris bebas bau. Pihaknya telah berpengalaman melayani pengolahan sampah di Tangsel selama lebih dari 25 tahun.

Dia mengatakan, setahun terakhir ini menguji coba sistem baru yang sangat efisien. Saat ini sekitar 10.000 rumah telah dilayani dengan kapasitas sampah mencapai 30 ton sampah per hari.

“Semua sampah dapat diolah seluruhnya dalam waktu 1 hari, artinya tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk, serta tidak menimbulkan bau yang menyengat,” ujar Kemal saat soft launching alat pengolahan sampah Musayama di Abu & co kawasan Serpong, Senin (15/7).

Pengolahan itu menggunakan alat berteknologi yang diciptakannya yakni Musayama atau Musnah Kaya Manfaat. Mesin tersebut tanpa menggunakan bahan bakar, mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per hari.

“Istimewanya pengolahan sampah yang bekerja selama 24 jam ini dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang bekerja,” papar pria lulusan ITB ini.

Sementara kepala teknik Musayama, Achsan Indriadi, menambahkan, mesin inovasi lokal itu ini telah diuji selama 1 tahun dan dioperasikan tanpa menggunakan bahan bakar, asap yang minim dan minim tenaga listrik.

“Bahkan dapat menghasilkan tenaga listrik dan produk manfaat lainnya, dan 100 persen menggunakan material lokal dan teknologi lokal,” kata dia.

Saat ini mesin Musayama dari PT. ABU & Co siap untuk diperkenalkan kepada khalayak ramai.

“Harapannya agar dapat diikuti oleh pengelola sampah lainnya di Indonesia, dan Teknologi asli karya bangsa Indonesia ini dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia,” ucapnya. (Dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.