Owner Dagadu Djogja Berbagi Kisah Sukses Kepada Mahasiswa UPJ

100
Owner dagadu djogja berbagi kisah di UPJ,(adit/Katakota.com)

Katakota.com, -Program studi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menggelar seminar bertajuk Business and Entrepreneurship “The Environmental Dynamics” pada Jumat (20/4). Dua tokoh sukses dihadirkan diantaranya Owner Dagadu Wiwik Sri Suhartini dan Head of People Air Asia Sandy Ariyadi Eko Wiwanto.

Wiwik Sri Suhartini salah satu Owner Dagadu Djogja membagikan resep sukses menjadi entrepreneur agar mampu bersaing di tengah kondisi yang serta maju ini.

Bersama teman-temannya perempuan lulusan arsitek UGM ini memulai usaha Dagadu Djogja saat masih kuliah akhir, Bukannya mengaplikasikan ilmu rancang bangunan ia malah membuka usaha baju oblong dimodifikasi dengan tulisan-tulisan dan gambar.

“Pemiliknya kami bersama-sama. Jumlahnya banyak ada 23 dengan konsep dan latar belakang ilmu yang sama arsitek. Kami enjoy saja meski banyak pendapat jika ingin mencari partner bisnis cari latar belakang berbeda,” ucapnya.

Kelahiran Dagadu bermula saat diminta buka di Mall Malioboro, sebagai satu-satunya mall pertama di Yogyakarta. Kala itu masyarakat  bingung  Yogya ada mall, sementara jalan Malioboro adalah tempat Pedagang kaki lima mengelar dagangan.

Owner Dagadu Djogja Berbagi Kisah Sukses Kepada Mahasiswa UPJ,(adit/Katakota.com)

“Waktu itu kami diberikan tempat oleh pihak mall. Pas besok paginya mau pameran akhirnya di sablon dengan lambang mata. Mata ini makna dari dagadu. Jika diungkapkan memang sedikit kasar tapi dengan mata memberikan kreativitas untuk bisa melihat apa saja,” tukasnya.

Dagadu lahir pada era 1990-an. Ketika itu banyak band-band kenamaan menjadi masa keemasan untuk bisa masuk kepada mereka sehingga banyak yang mengunakan produk Dagadu Djogja. Tentu banyak tantangan yang dihadapi sejak awal, karena dalam mengeskplor Yogyakarta ada keterbatasan itu-itu saja yang ada dan dilihat. Namun dengan kreativitas dan inovasi bersama teman-teman jadilah Dagadu Djogja penuh inspirasi.

“Esensinya mengangkat otentik menjadi orang lokal dan lokal itu keren. Karena kita orang Jogja, maka kita nikmati apapun yang ada kita kembangkan dengan penuh cinta dan bahagia. Apapun profesinya kuncinya berkaryalah dengan bahagia. Sebab dengan bahagia akan menemukan ide-ide yang cemerlang di luar perkiraan diri kita sendiri,” paparnya

Ia mengungkapkan jurus jitu Dagadu Djogja mampu bertahan hingga saat ini karena muaranya lebih kepada lawakan, lelucon atau plesetan. Kata-kata yang diluar nalar orang pada umumnya, dari kawan-kawan Dagadu Djogja dibuat dalam bentuk tulisan dan gambar dalam baju.

“Inilah kekuatan produk Dagadu Djogja. Banyak produk dan konten-konten karya sesuai dengan momen-momen penting, misalnya Pemilu 2014 Pemilihan Oblong Lucu, Ada lagi misalnya Posyandu diplesetkan menjadi Pos Pelayanan Dagadu ada lagi misalnya UGD diplesetkan menjadi Unit Gawat Dagadu,” terang dia.

Ia menambahkan sangat menyadari kontennya lebih lokal, tapi sebetulnya tidak perlu minder atau ragu. Yang penting kemasannya global karena sehebat apapun produk jika tidak memiliki nilai itu tidak akan berkembang lama.

“Isinya tentang Yogyakarta tapi membukanya global. Maka jika membuat riset bukan yang kebanyakan orang tapi harus yang beda. Apapun itu meski sederhana tapi kalau punya nilai bisa lebih hebat,” ucapnya.

Dikatakannya, paling penting dalam melakukan satu hal untuk memulai usaha atau yang lain harus melakukan terlebih dahulu. soal kesempurnaan bisa diperbaiki sambil berjalan. Sebab ada ungkapan siapa yang lebih cepat mereka adalah pemenangnya. Jadi tidak perlu ragu atau gamang terhadap satu hal yang baru digeluti.

“Selain itu tekuni apapun profesimu sesuai dengan kesenangan. Jika sudah senang tidak ada beban, meski lembut anggap saja enteng. Semua itu tentang kecintaan dan kesenangan yang bisa membuat sukses,” ungkapnya.

Dirinya memiliki Djogjatorium mirip gedung kreativitas anak muda. siapapun bisa datang untuk berlatih tentang wirausaha, kerajinan tangan, makanan, dan lain-lain. bermain musik atau diskusi seminar dan konsultasi berbagai isu bisnis.

” Siapa saja boleh datang mahasiswa, masyarakat umum baik dari Yogyakarta itu sendiri atau dari luar daerah termasuk mahasiswa manca negara,” kata dia.

Head of People Air, Asia Sandy Ariyadi Eko Wiwanto menyampaikan bahwa kini serba digital sehingga mau tidak mau harus siap diera digital. harus kompetitif cepat dalam bekerja dan bereaksi. Menurutnya bisnis maskapai layaknya naik pesawat ada turbulensinya terganggu sehingga seorang pilot harus mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Sementara itu Ketua Program Studi Manajemen UPJ, Hastuti Naibaho menyampaikan ketika menjadwalkan seminar ini berharap mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan komprehensif secara kontekstual baik teori dan praktik dalam dunia usaha. Jika anak muda sudah memiliki bekal ini kedepan bisa berkontribusi lebih besar dalam dunia usaha.

“Harapan mahasiswa dapat pengetahuan komprehensif melihat sudut pandang praktisi dari Air Asia yang survive dengan bisnis airline low cost, kemudian mba Wiwik yang berhasil dengan industri kreatif Dagadu Djogja. Dari segi kewirausahaan kami juga punya mata kuliah sehingga jika mereka mau buka usaha sudah mengerti,” tukasnya.(Adit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.