Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disindagkop UKM) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang resmi memperpanjang Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan ritel perabot asal Swedia, IKEA.
Kolaborasi ini menjadi panggung bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM untuk memajang karya mereka di Teras Indonesia IKEA Alam Sutera.
Melalui kemitraan ini, produk-produk unggulan daerah seperti kerajinan tangan hingga fesyen mendapat ruang promosi strategis guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Disindagkop UKM sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Tangerang Suli Rosadi, menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini. Menurutnya, IKEA memiliki basis konsumen yang besar sehingga menjadi wadah ideal bagi perajin lokal.
“Alhamdulillah, hari ini MoU dengan IKEA. Kita tahu betul IKEA sangat dikenal dan peminatnya banyak. Ini tentu menguntungkan bagi IKM, karena peluang mereka memasarkan produk semakin luas,” ujar Suli.
Ia optimistis, kualitas karya IKM Kota Tangerang tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Dengan masuknya produk lokal ke jaringan ritel global, ia berharap peluang ekspor bisa terbuka lebar.
“Mudah-mudahan dengan bekerja sama dengan IKEA, kita pun bisa tembus ekspor. Ke depan ada sekitar 100 IKM yang terlibat. Tentu ada proses kurasi agar kualitasnya terjaga dan para perajin makin semangat berkarya,” tambahnya.
Di tempat sama, Public Relations IKEA Indonesia Rimaditya menjelaskan, program Teras Indonesia memfasilitasi hingga 375 UMKM setiap tahunnya yang tersebar di tujuh toko IKEA se-Indonesia. Produk dari wilayah Tangerang, mendapat porsi perhatian khusus.
“Untuk UMKM di Teras Indonesia, per tahunnya ada sekitar 375 UMKM di tujuh toko kami. Khusus di IKEA Alam Sutera, populasi pelaku usaha dari Tangerang memang cukup banyak karena kami memprioritaskan IKM dengan radius terdekat,” jelas Rimaditya.
Ia juga memuji kreativitas pelaku usaha Kota Tangerang yang dinilai memiliki karakter kuat, seperti produk sepatu kayu berkombinasi tenun Baduy hingga aneka kerajinan berbahan khas daerah.
“Proses kurasi kita lakukan dua arah bersama Pemkot Tangerang. Kategori yang dibuka mulai dari fesyen, produk anak, self-care, sampai kerajinan. Kerja sama ini kami harapkan terus berkelanjutan. Masyarakat bisa langsung datang dan melihat karya-karya UMKM di Teras Indonesia IKEA Alam Sutera setiap hari,” tutupnya.































