
Nuansa bulan kemerdekaan terasa di Mal Pelayanan Publik (MPP) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang yang selama bulan Agustus, seluruh petugas pelayanan mengenakan pakaian adat sebagai bentuk semangat nasionalisme sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penggunaan pakaian adat tersebut diterapkan di berbagai counter pelayanan MPP. Para petugas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa, namun dengan mengenakan busana bernuansa daerah sebagai bagian dari rangkaian perayaan bulan kemerdekaan.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan penggunaan pakaian adat akan berlangsung selama Agustus.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk perayaan kemerdekaan, tetapi juga diharapkan dapat menambah semangat para petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Petugas mengenakan pakaian kemerdekaan aja. Pakaian kemerdekaan, pokoknya bernuansa HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Selama Agustus,” kata Sugihharto.
Selain mengenakan pakaian adat, DPMPTSP Kota Tangerang juga akan memberikan penilaian terhadap counter pelayanan yang dinilai terbaik selama pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sugihharto menyebut penilaian itu menjadi bagian dari upaya mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan semangat petugas dalam memberikan pelayanan publik.
“Kita juga akan adakan penilaian kepada counter pelayanan terbaik selama Agustus ini,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat yang masih membutuhkan layanan administrasi maupun perizinan diimbau untuk datang langsung ke MPP Kota Tangerang. Salah satu layanan yang dapat diakses masyarakat berkaitan dengan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kalau memang ada yang belum bisa terselesaikan, mereka belum bisa menyelesaikan urusan NIB-nya, silakan datang ke MPP dalam kondisi yang selalu terbuka untuk masyarakat Kota Tangerang,” tutur Sugihharto.
Dengan kegiatan tersebut, suasana pelayanan publik di MPP Kota Tangerang tidak hanya menjadi lebih semarak selama bulan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan pelayanan masyarakat. (Agung)




























