BPBD Tangerang Sasar 10 SMPN jadi Sekolah Aman Bencana

8

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai memperkuat edukasi kebencanaan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Tahun ini, BPBD menargetkan program sekolah aman bencana menyasar 10 SMP di Kota Tangerang.

Sosialisasi tersebut salah satunya digelar di SMP Negeri 24 Kota Tangerang, Kamis (13/8/2026). Sebanyak 100 siswa yang berasal dari OSIS, Pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR) mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, edukasi kepada siswa menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan ketahanan daerah terhadap bencana.

“Di tahun ini kita mulai menyasar ke teman-teman di SMP, karena kita juga punya kewajiban di indeks ketahanan daerah itu harus memberikan edukasi kepada siswa-siswi sekolah,” kata Mahdiar.

Dia menyebut ada sekitar 10 SMP yang akan menjadi sasaran intervensi langsung BPBD tahun ini. Para siswa diharapkan dapat menjadi pionir dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

“Untuk tingkat SMP ini perlu sekali kita berikan edukasi, karena ini menjadi pionir-pionir yang bisa menjadi bagian dari kesiapan mereka dalam menangani permasalahan-permasalahan kebencanaan, baik di sekolah ataupun di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Dalam program tersebut, BPBD memberikan sosialisasi dan edukasi kebencanaan. Sekolah juga mendapatkan bantuan berupa tas siaga bencana, pamflet, hingga poster yang dapat ditempatkan di lingkungan sekolah.

“Kita memberikan pertama sosialisasi dan edukasi, yang kedua kita juga memberikan bantuan tas siaga bencana ke sekolah, lalu ada pamflet juga yang kita berikan termasuk juga poster-poster yang bisa ditempatkan di sekolah,” jelas Mahdiar.

Menurutnya, program sekolah aman bencana tidak hanya menyasar sekolah yang berada di wilayah rawan bencana. Namun, BPBD tetap memberikan perhatian lebih kepada sekolah yang memiliki potensi bencana tertentu.

“Kita sih menyasar seluruh. Terutama seperti di sini juga memang area yang cukup rawan banjir, ini hal yang juga cukup penting untuk ke depannya kita tindak lanjuti untuk langkah-langkah lanjutan,” ungkapnya.

Mahdiar menambahkan, intervensi langsung BPBD tahun ini difokuskan pada jenjang SMP. Sementara untuk jenjang SD, sejumlah sekolah telah melakukan edukasi secara mandiri dengan datang atau mengundang BPBD.

“Untuk yang kita intervensi langsung karena kita juga berikan bantuan-bantuan perlengkapan, kita baru ke arah SMP dan 10 SMP. Kebetulan di provinsi juga mereka punya ruang lingkup SMA, jadi kita bagi-bagi tugas,” tuturnya. (Agung)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.