Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menggelar pelatihan pembuatan aksesori berbahan resin di RW 09, Perum 2, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat mengembangkan keterampilan sekaligus peluang usaha ekonomi kreatif.
Pelatihan tersebut digelar berkolaborasi dengan Forum Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Karang Taruna RW 09. Sebanyak 33 peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti pelatihan dengan antusias.
Para peserta mendapat materi mengenai teknik dasar pembuatan kerajinan resin, mulai dari proses pencampuran bahan hingga praktik menghasilkan berbagai aksesori yang unik dan siap digunakan.
Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang terus dikembangkan di Kota Tangerang.
“Melalui program TPBIS, kami ingin menegaskan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan adalah ruang belajar bersama, tempat berbagi keterampilan dan wadah untuk mengasah kreativitas masyarakat agar lebih berdaya dan produktif,” ujar Engkos.
Menurutnya, keterlibatan peserta lintas generasi, mulai dari lansia hingga pemuda Karang Taruna, menunjukkan bahwa literasi keterampilan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia.
“Dari perpustakaan tumbuh kreativitas dan dari kreativitas itulah lahir masyarakat yang berdaya. Kami berharap keterampilan yang didapatkan para peserta ini dapat terus dikembangkan, bahkan menjadi peluang usaha ekonomi kreatif mandiri yang dapat menopang kesejahteraan keluarga,” katanya.
Sementara itu, narasumber pelatihan Nuning Sekarningrum mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan resin. Dia menilai kerajinan resin memiliki potensi pasar yang cukup luas karena dapat diaplikasikan ke berbagai produk.
“Pembuatan resin ini pada dasarnya membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan pemahaman pencampuran bahan yang pas. Saya sangat senang melihat antusias para peserta yang langsung bisa mempraktikkan tekniknya dari awal hingga menghasilkan karya aksesori yang unik dan siap pakai,” ujar Nuning.
Dia mengatakan keterampilan membuat kerajinan resin dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila ditekuni secara serius.
“Jika ditekuni, keterampilan ini bukan sekadar hobi, tetapi bisa menjadi modal awal untuk membangun usaha kerajinan mandiri dari rumah,” sambungnya.
DPAD Kota Tangerang pun berkomitmen melanjutkan berbagai program pelatihan berbasis literasi terapan dan inklusi sosial di sejumlah wilayah.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian ekonomi warga melalui keterampilan yang memiliki nilai jual.






























