SMP Negeri 24 Kota Tangerang memperkuat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana. Hal itu dilakukan melalui edukasi kebencanaan yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang di lingkungan sekolah, Kamis (13/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 24 Kota Tangerang Sidan Aziz mengatakan edukasi tersebut disambut antusias oleh para siswa. Menurutnya, materi kebencanaan penting diberikan mengingat sekolahnya merupakan salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir.
“Luar biasa sekali. Saya bersyukur ini ada edukasi dari BPBD Kota Tangerang untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, karena anak-anak juga sambutannya luar biasa, senang,” kata Sidan.
Dia menilai pengetahuan yang diberikan BPBD dapat menjadi bekal bagi siswa apabila bencana terjadi di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan tidak panik dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

“Karena salah satunya kita juga sekolah rawan banjir. Apa yang diberikan oleh narasumber itu buat pelajaran anak-anak. Bagaimana nanti kalau kebetulan bencana banjir di sekolah kami datang, jadi mereka sudah siap,” ujarnya.
Sidan mengatakan banjir menjadi salah satu potensi bencana yang perlu diwaspadai di lingkungan SMP Negeri 24, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama.
“Banjir rutin, kalau hujannya enggak berhenti-berhenti dua hari tiga hari, apalagi kiriman dari Bogor, nah itu biasanya selalu,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 siswa dilibatkan. Mereka berasal dari organisasi dan kegiatan sekolah, yakni OSIS, Pramuka, serta Palang Merah Remaja (PMR).
Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, gempa bumi hingga kebakaran.
Tak hanya teori, siswa juga mengikuti praktik penanganan kebakaran. Mereka belajar memadamkan api menggunakan karung goni dan alat pemadam api ringan (APAR).
Sidan berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana.
Dengan bekal tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat menjadi lebih tanggap dan mampu menjaga keselamatan diri maupun membantu orang lain ketika terjadi bencana di lingkungan sekolah. (Agung)






























