Kegiatan pesantren kilat Ramadan di SMP Negeri 3 Kota Tangerang resmi ditutup pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 9 hingga 13 Maret tersebut diikuti seluruh siswa Muslim dari kelas 7, 8, dan 9.
Penutupan kegiatan digelar di lapangan sekolah dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan keagamaan yang diisi dengan berbagai aktivitas positif selama bulan suci Ramadan.
Selama pesantren kilat, para siswa mengikuti sejumlah kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, pembelajaran nilai-nilai Islam, hingga kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar mengatakan program pesantren kilat atau sanlat merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan di satuan pendidikan di bawah Pemerintah Kota Tangerang.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu wadah penting dalam membentuk karakter positif bagi para peserta didik.
“Program sanlat ini merupakan program rutin tahunan dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Tangerang yang masuk ke dalam satuan pendidikan di sekolah sebagai salah satu wadah untuk pembentukan karakter bagi anak didik kita. Tentu hal ini sangat penting sebagai cara dari satuan pendidikan bagaimana menciptakan anak-anak didik kita yang memiliki karakter positif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Kota Tangerang, Amsarudin Ruslani menjelaskan, selain kegiatan ibadah, dalam pesantren kilat tahun ini juga dilaksanakan kegiatan santunan kepada sekitar 100 anak yang berasal dari partisipasi para siswa.
“Kegiatan selama Ramadan ada kegiatan salat, ada kegiatan santunan. Itu kegiatan rutin yang selalu diadakan. Untuk santunan yang kita berikan dari siswa sebanyak kurang lebih 100 anak dari kegiatan yang rutin yang kita lakukan. Sebanyak itu kita berikan dan adanya kerja sama antara komite, korlap, dan pihak sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pesantren kilat tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan dilaksanakan secara bergiliran antar kelas, tahun ini seluruh siswa mengikuti kegiatan secara serentak selama lima hari.
Hal tersebut dilakukan karena adanya pemateri tamu yang datang dari Pasuruan, Jawa Timur, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti bersama oleh siswa kelas 7, 8, dan 9.
Amsarudin berharap materi yang diberikan selama kegiatan pesantren kilat dapat memberikan manfaat positif serta memperkuat nilai keagamaan dan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.


























