Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat masih berjalan normal meski musim kemarau ekstrem berpotensi memicu bencana kekeringan. Perusahaan daerah itu juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kondisi apabila kekeringan semakin parah.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Doddy Effendi, mengatakan hingga saat ini operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) masih berjalan normal sehingga pelayanan kepada pelanggan belum mengalami gangguan.
“Hari ini alhamdulillah kegiatan operasional, penyulingan air atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) kita normal. Sampai dengan hari ini pendistribusian air berjalan normal. Namun, imbauan dari kami sebagaimana imbauan dari Pak Wali, masyarakat agar bijak memakai air bersih,” ujar Doddy saat ditemui di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan terus diperkuat atas arahan Wali Kota Tangerang melalui penyusunan langkah-langkah mitigasi risiko apabila kondisi kemarau semakin memburuk.

“Ini saya hadir ke sini perintah Wali Kota dalam rangka mitigasi risiko. Bagaimana upaya-upaya ke depan untuk menyelesaikan apabila terjadi kekeringan,” katanya.
Doddy menjelaskan, Perumda Tirta Benteng telah membentuk tim khusus di bawah koordinasi Direktur Teknik untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap pelayanan air bersih. Selain itu, koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga terus dilakukan.
“Ada. Ini di bawah Direktur Teknik. Kemarin juga sudah rapat bareng-bareng, rapat koordinasi dengan BBWS. Dan sudah kita bentuk. Hari ini kalau nggak salah juga ada rapat bersama untuk antisipasi,” ungkapnya.
Meski debit air Sungai Cisadane mulai menjadi perhatian pada musim kemarau, Doddy memastikan kondisi pasokan air baku masih aman. Hal itu karena sumber air utama Perumda Tirta Benteng berasal dari Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10 yang terhubung langsung dengan Sungai Cisadane.
“Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang itu bersentuhan langsung dengan Pintu Air 10, tempat penampungan air Sungai Cisadane. Jadi sumber utama. Insyaallah masyarakat Kota Tangerang sampai dengan hari ini pendistribusian airnya masih normal. Mohon dukungannya,” tutup Doddy. (Agung)































