Tekan Angka Anak Tak Sekolah, Pemkot Tangerang Bakal Jemput Bola Lewat Home Visit

2
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar saat ditemui di Kantornya, Kamis (27/8/2026) bakal menyisir anak tidak sekolah lewat program Home Visit.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan strategi jemput bola untuk menangani anak tidak sekolah (ATS). Salah satunya dengan mendatangi langsung keluarga melalui program home visit bersama perangkat kewilayahan.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi anak sekaligus mencari solusi agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan home visit menjadi salah satu strategi memperluas akses pendidikan bagi anak yang belum atau tidak melanjutkan sekolah.

“Untuk akses pendidikan, kita akan coba menjangkau ATS secara prioritas melalui program home visit dengan perangkat kewilayahan,” kata Wahyudi, Kamis (27/8/2026).

Menurut Wahyudi, kunjungan langsung memungkinkan pemerintah berinteraksi dengan keluarga dan mengetahui secara lebih konkret penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.

Pendekatan tersebut juga menjadi sarana memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan. Sebab, persoalan ATS tidak selalu berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga dapat dipengaruhi demotivasi anak dan kurangnya pemahaman keluarga.

“Melalui home visit, perangkat kewilayahan dapat membantu mengidentifikasi kondisi setiap anak secara lebih konkret. Hasil kunjungan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai, baik terkait akses pendidikan maupun persoalan lain yang dihadapi anak dan keluarga,” jelasnya.

Pemkot Tangerang juga menyiapkan sejumlah alternatif pendidikan sesuai kondisi masing-masing anak. Selain mendorong mereka kembali ke sekolah, pemerintah mengoptimalkan program sekolah gratis, Tangerang Cerdas, hingga pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pendidikan kesetaraan tersebut mencakup Paket A, Paket B dan Paket C yang dapat menjadi alternatif bagi anak yang memiliki kondisi berbeda dalam menempuh pendidikan formal.

Upaya penanganan ATS juga dilakukan melalui langkah pencegahan. Pemkot Tangerang mendorong anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan agar tetap melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga, Pemkot Tangerang berharap setiap persoalan dapat dipahami secara lebih utuh sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” pungkas Wahyudi. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.