Tangerang, Katakota.com — Dalam upaya meningkatkan daya saingnya di antara bandara-bandara lain di kawasan Asia Tenggara, PT Angkasa Pura II (Persero) mempercepat merampungkan transisi manajemen operasi bandara dengan pendekatan teknologi yaitu menyelesaikan proyek Airport Operation Control Center (AOCC) serta melakukan peningkatan kapasitas airside dengan membangun East Cross Taxiway (ECT) serta membangun runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Keberadaan AOCC di Bandara Internasional Soekarno-Hatta nantinya akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan operasional bandara diantaranya dari sisi peningkatan on time performance (OTP) penerbangan maskapai, pengoptimalan slot penerbangan di bandara, serta ground time yang lebih efektif dan efisien.
Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan, dibangunnya AOCC, ECT dan runway ketiga ini didasari dari pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan setiap tahunnya dan membuat dinamika operasional semakin beragam.
“Melalui AOCC yang dapat memantau seluruh aktifitas di bandara secara real time maka kami optimistis seluruh aspek berjalan dengan lancar sesuai regulasi disertai terciptanya ketepatan waktu atau punctuality pada operasional yang berujung pada peningkatan pelayanan kepada maskapai dan juga penumpang pesawat,” ujar Yado
Di samping keberadaan AOCC, Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini memiliki dua landasan pacu mampu melayani pergerakan pesawat mencapai 1.300 pergerakan per hari atau sekitar 81 pergerakan pesawat per jam dengan jumlah penumpang hampir 200.000 per hari, ke depannya akan dibangun East Cross Taxiway yang nantinya akan meningkatkan kapasitas runway menjadi lebih dari 86 pergerakan pesawat per jamnya.





























