Jakarta, KataKota.com – Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra menyebut pelibatan unsur militer dalam operasi penanggulangan terorisme dibutuhkan untuk membantu kinerja aparat Kepolisian.
Hal itu diungkapkannya terkait tewasnya dua teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang salah satunya merupakan Abu Wardah alias Santoso, oleh tim gabungan Satgas Operasi Tinombala di Poso Senin (18/7).
“Ini satu gambaran bagaimana prospek undang-undang membutuhkan operasi gabungan dalam penanggulangan terorisme,” ujar Supiadin dikutip dari CnnIndonesia.com, di Gedung DPR, Jakarta.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ini menilai hasil perburuan dengan tim gabungan antara unsur TNI dan Polri dalam operasi antiteror akan mendapatkan hasil lebih cepat.
Menurutnya, pasukan TNI memiliki spesifikasi atau kemampuan khusus saat menjalankan operasi militer, khususnya dalam kondisi geografis hutan belantara seperti di Poso.
“Kendalanya selama ini karena Polri secara teknis tidak dilatih perang di hutan. Tapi TNI spesifikasinya perang di hutan,” ujar Supiadin. (eq/Kk)






























