Universitas Raharja Tangerang Siapkan SDM Berkualitas di Era AI

4

Universitas Raharja Tangerang menegaskan komitmennya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kampus tersebut menyebut AI menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Rektor Universitas Raharja Tangerang, Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si., mengatakan penggunaan AI perlu disertakan dalam program pendidikan dan kurikulum agar mahasiswa mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Raharja selalu tampil di depan. Kita harus mewajibkan kecerdasan buatan itu menyertai di dalam program pendidikan, kurikulum, dan lain sebagainya,” kata Po Abas, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, AI saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi. Pemanfaatannya dapat membantu mahasiswa dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi hingga proses penelaahan dan perumusan.

“Karena buat kita AI itu adalah mutlak. Kita selalu juga hal-hal yang kekinian harus kita sertai dengan kecerdasan buatan agar bagaimana bisa mengikuti perkembangan,” ujarnya.

Po Abas menambahkan, Universitas Raharja bahkan telah menyiapkan fasilitas yang berkaitan dengan AI sejak teknologi tersebut mulai banyak diperbincangkan.

“Universitas Raharja, walaupun tidak sehebat orang-orang yang lebih bagus kampusnya, awal-awal AI mulai digaungkan, tahun 2015 kita sudah menyiapkan ruangannya khusus,” jelasnya.

Dia menilai langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian kampus terhadap perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar jumlah lulusan, tetapi juga memastikan alumni mampu bersaing dan bekerja di berbagai bidang secara profesional.

“Kita tidak bangga dengan banyaknya lulusan, tapi begitu bangga alumni kita yang diterima di dunia kerja, dunia segala macam, dunia yang hal-hal positif,” tuturnya.

Selain penguasaan teknologi, Po Abas menekankan pentingnya kedisiplinan dan integritas mahasiswa. Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada mahasiswa dalam kegiatan Pengenalan Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Prospek) tahun akademik 2026/2027.

Menurutnya, Prospek bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kewajiban dan tanggung jawab selama menempuh pendidikan, termasuk persiapan menjadi calon profesional.

“Di dalam pengenalan kampus itu bukan hanya kita ikut berkuliah saja, tapi tahu dalamannya. Bagaimana kewajiban seorang mahasiswa selama menuntut ilmu,” kata Po Abas.

Ia berharap mahasiswa Universitas Raharja nantinya tidak hanya memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga menjaga integritas ketika memasuki dunia kerja.

“Kita keras dalam disiplin. Jangan coba-coba kamu lulusan Universitas Raharja nantinya kena korupsi, saya cabut ijazahnya,” tegasnya. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.