UPJ Tandatangani Mou Dengan CHaD Internasional

55

Tangsel,Katakota.com- Program studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya (PSI-UPJ) menggelar pelatihan The Childhood Hand that Disturbs (CHaD), Kamis (15/2).

Mengungkap trauma masa lalu melalui gambar, inilah tema pelatihan The Childhood Hand that Disturbs (CHaD) menghadirkan Dr. Roseline D. Davido, staf pengajar Universite Paris VII Perancis.

Psikolog dan psikiater pencipta alat tes CHaD, sekaligus Presiden Association International Davido-CHaD, hadir sebagai narasumber pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kota.

Tak sedikit individu sulit mengungkapkan pengalaman masa lalu yang kemudian terbawa hingga sekarang. Dengan lebih baik memahami masa lalu, individu dapat menghayati masa kini dan mengembangkan diri di masa depan. Diikuti observasi dan wawancara, CHaD membantu mengungkap peristiwa penting di masa lalu yang tersembunyi di alam bawah sadar selama proses konseling. Roseline Davido berpendapat, “Gambar kurang lebih menunjukkan seperti apa diri kita. Gambar adalah ingatan masa kecil.” Sebagai tes proyeksi, CHaD membantu para konselor maupun psikolog menggali pola dan simbol. CHaD sendiri adalah salah satu instrumen yang digunakan dalam proses de-radikalisasi untuk mengungkap informasi 10 mantan pelaku terorisme di Indonesia, terutama pengalaman masa lalu terkait agresivitas.

” Pelatihan ini bagian upaya PSI UPJ berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat urban – ciri khas UPJ sebagai universitas yang didirikan Kelompok Usaha Pembangunan Jaya yang memiliki lebih dari 55 tahun pengalaman mengembangkan lebih dari 25 kota di Indonesia,” kata Kepala Program Studi PSI UPJ Gita Soerjoatmodjo.

Mengutip definisi World Health Organization (WHO) tentang kota sehat (healthy cities) yaitu, “Kota yang terus menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial serta mengembangkan sumber daya komunitas yang tersedia untuk saling mendukung satu sama lain mengembangkan fungsi kehidupan dan mencapai potensi maksimal.

“Penyelenggaraan pelatihan untuk konselor dan psikolog merupakan kontribusi PSI UPJ mewujudkan hal tersebut, Salah satu contoh adalah DKI Jakarta sebagai kota yang kini berupaya menempatkan psikolog di kecamatan,” paparnya.

Menurutnya komitmen PSI UPJ ditandai dengan seremonia penandatanganan Memorandum of Understanding dengan CHaD International.

“Para peserta pelatihan juga mendapatkan tanda keanggotaan organisasi CHaD tingkat internasional selama 1 tahun,” tandas Gita.(dit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.