Jabat Tangan SBY-Megawati Sarat Pesan Politik

12
istimewa
lebaran

Jakarta, KataKota –  Istana menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya SBY dan Megawati berdiri sejajar sebagai peserta upacara kehormatan dengan status tamu negara kehormatan

Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyona dan Megawati Soekarnoputri itu kamarin berjumpa dan saling berjabat tangan. Hal itu tentu menyiratkan pesan politik yang bakal berpengaruh pada konstelasi politik Indonesia.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Cecep Hidayat menilai, pertemuan SBY dan Megawati bisa dimaknai sebagai upaya Demokrat menebar jala cantolan koalisi untuk kepentingan jangka pendek hingga Pilpres 2019.

“Karena Demokrat kan selama ini tidak ada di kubu mana-mana dan tidak ambil bagian,” ujar Cecep dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (18/8).

Kehadiran SBY di Istana menurutnya bisa membuka jalan agar Demokrat tak hilang arah dalam pesta demokrasi di tahun mendatang.

“SBY harus belajar, ketika dia tidak dianggap penting kemarin, dan ketika tidak dapat apa-apa dia harus ambil posisi untuk 2019 nanti,” ujar dia.

Cecep menilai SBY tengah membangun komunikasi politik demi Pilpres 2019. SBY sebelumnya diketahui telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
“Demokrat sekarang sedang melakukan komunikasi ke siapa pun. Kemarin Gibran dan AHY bertemu. Lalu SBY ke Prabowo. Saat itu SBY ngayun (red: menggantung), tidak jelas ngomongnya. Jadi ketika Demokrat ada berubah haluan dia bisa membantah,” tukas Cecep. (Q/kk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.