
Festival Muharram yang digelar di Kampung Cengkok, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, aksi sosial, hingga talkshow literasi antikorupsi. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Menteri Sosial Fuji Abdul Rohman, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Staf Khusus Menteri Sosial Fuji Abdul Rohman mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai mampu menggabungkan berbagai program sosial dalam satu kegiatan sekaligus menggerakkan pelaku UMKM lokal.
“Acara ini sangat variatif dan mampu memberdayakan UMKM. Tahun ini diikuti sekitar 200 peserta sunatan massal, dan mudah-mudahan tahun depan dapat meningkat menjadi 500 peserta,” ujarnya.
Menurut Fuji, kegiatan semacam ini menjadi bukti bahwa kohesi sosial di tengah masyarakat mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menjelaskan, Kementerian Sosial terus memperbaiki sistem pendataan sosial agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran melalui digitalisasi data penerima manfaat.
“Digitalisasi bansos sedang disiapkan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” katanya.
Terkait program Sekolah Rakyat, Fuji menyebut program tersebut masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Menurutnya, program itu menjadi salah satu upaya menjawab persoalan sekitar 4 juta anak Indonesia yang masih belum bersekolah.
Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umroh, Abdurahman Saputra Batubara menilai Festival Muharram Cengkok mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“UMKM tumbuh. Kegiatan seperti ini layak menjadi agenda rutin dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan Festival Muharram Cengkok tidak hanya menghadirkan hiburan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga berbagai layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan e-KTP, serta sunatan massal. Jadi Festival Muharram ini benar-benar lengkap karena masyarakat bisa mendapatkan berbagai pelayanan dalam satu tempat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi berkembangnya UMKM di Desa Cengkok yang dinilai menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat desa.
“UMKM di sini tumbuh dan berkembang dengan baik. Anak-anak juga tampil sehat dan penuh semangat,” ujarnya.
Andra berharap konsep Festival Muharram Cengkok dapat direplikasi di berbagai daerah di Provinsi Banten dengan penyempurnaan melalui penguatan taman baca, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pemberdayaan UMKM.
Ia juga menyinggung pentingnya Program Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi jutaan anak yang belum memperoleh akses pendidikan.
“Di tingkat nasional masih ada sekitar 4 juta anak yang belum bersekolah. Karena itu Sekolah Rakyat dihadirkan sebagai salah satu solusi,” jelasnya.

Selain itu, Andra mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Menurutnya, meski kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sempat terjadi telah padam selama sekitar 10 hari, potensi kebakaran masih tinggi akibat cuaca panas yang disebut sebagai salah satu yang terpanas dalam 30 tahun terakhir.
Ia mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah tangga karena sampah yang menumpuk tanpa dipilah dapat menghasilkan gas metana yang mudah memicu kebakaran.
“Mari kita mulai memilah sampah agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat,” pungkasnya.
Festival Muharram Cengkok didukung juga oleh Kementerian Sosial, Eka Hospital, Paramount Land, Alfamidi, RS Sari Asih, Bpjs Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, alfamart.
























