Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang berkolaborasi dengan RS EMC Kota Tangerang menggelar latihan simulasi tanggap darurat bencana, kebakaran, dan gempa bumi. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat koordinasi penanganan keadaan darurat di lingkungan rumah sakit, Jum’at (31/7/2026)
Dalam simulasi tersebut, sejumlah skenario diperagakan, mulai dari penanganan kebakaran, penyelamatan korban yang terjebak di gedung bertingkat menggunakan unit skylift, hingga evakuasi pasien dan tenaga kesehatan menuju titik kumpul yang aman.
Komandan Regu 3 Mako BPBD Damkar Kota Tangerang, Dhani Indrawan, mengatakan rumah sakit menjadi salah satu fasilitas yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi bencana. Karena itu, latihan kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkala.
“Kami fokus memberikan dukungan penuh untuk simulasi ini karena bahaya jika terjadi kebakaran atau bencana di rumah sakit sangat tinggi. Dalam latihan kali ini, kami mempraktikkan evakuasi korban terjebak menggunakan unit skylift serta mendirikan tenda darurat berkolaborasi dengan jajaran rumah sakit dan masyarakat sekitar,” ujar Dhani.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi agar seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi swasta maupun BUMN, memahami prosedur keselamatan saat menghadapi kebakaran maupun bencana alam.
“Melalui kegiatan rutin ini, BPBD Kota Tangerang berharap seluruh elemen masyarakat semakin paham dan tanggap mengenai prosedur keselamatan dasar saat terjadi kebakaran maupun bencana alam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Pemeliharaan Fasilitas RS EMC Tangerang, Tantra Yunang Darmawan, menjelaskan simulasi tanggap darurat merupakan agenda rutin tahunan rumah sakit untuk memastikan seluruh personel memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.
Ia menyebut, tahun ini menjadi kali pertama RS EMC Tangerang berkolaborasi langsung dengan BPBD Kota Tangerang dalam pelaksanaan simulasi tersebut.
“Setiap tahun kami wajib melakukan kegiatan ini agar seluruh tim terbiasa dan tahu tindakan apa saja yang harus diambil saat darurat, mulai dari gempa bumi, kebakaran, hingga evakuasi ke titik kumpul. Tahun ini merupakan kolaborasi pertama kami langsung dengan BPBD Kota Tangerang untuk menguji koordinasi dan konsolidasi dengan pihak eksternal,” kata Tantra.
Melalui simulasi ini, pihak rumah sakit berharap seluruh rangkaian skenario dapat berjalan sesuai target, baik dari sisi ketepatan prosedur maupun waktu evakuasi, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan seluruh peserta.
“Harapan kami, simulasi berjalan lancar, cepat, tepat sesuai perhitungan waktu yang direncanakan, tidak ada yang cedera dan seluruh peserta dapat mengikutinya dengan antusias,” pungkasnya.




























