5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan Ulang untuk Menu Sahur

1
Sahur merupakan waktu penting saat menunaikan ibadah puasa, karena menjadi waktu untuk mengisi energi. Namun, bangun sahur dan menyiapkan makanan bisa jadi tantangan tersendiri.

Karena itu, tak jarang banyak umat Muslim yang memilih memanaskan ulang makanan berbuka puasanya untuk waktu sahur. Nah, sebenarnya hal ini sah-sah saja untuk dilakukan.

Namun, tahukah Beauties, ada beberapa makanan yang tidak bisa dipanaskan ulang. Bukan karena tidak akan enak untuk disantap, tapi karena akan berubah jadi racun. Apa saja daftarnya? Simak!

1. Sayur Bayam

Bayam mengandung kadar nitrat yang tinggi, di mana saat dipanaskan kembali akan berubah jadi nitrit yang berpotensi bahaya.Sayur bayam/ Foto: freepik.com/Racool_studio

Beauties, menikmati sayur bayam harus sekali habis. Jangan sampai menghangatkan kembali sayur yang dimasak sore, untuk sahur.

Hal ini karena bayam mengandung kadar nitrat yang tinggi, di mana saat dipanaskan kembali akan berubah jadi nitrit yang berpotensi bahaya.

Selain itu, Dr. Bryan Quoc Le, Ph.D, seorang ilmuwan pangan mengatakan, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya rentan terkontaminasi E.coli, baik dari air limbah yang mengalir atau hewan liar yang buang air besar di ladang. Hal ini bisa menyebabkan patogen berkembang biasa.

“Bayam yang dimasak hingga matang akan bebas dari E.coli, tetapi jika bayam dimasak dengan tidak benar, didinginkan, dan dipanaskan kembali dengan tidak benar, hal ini dapat (menyebabkan patogen berkembang biak), yang mengakibatkan komplikasi serius dan gejala keracunan makanan,” ujarnya.

2. Telur

Telur sisa sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Dengan melakukannya, protein akan teroksidasi yang dapat menyebabkan adanya zat penyebab kanker dalam makananIlustrasi telur/Foto: freepik.com/stockking

Mengutip The Sun, Dr. Duvenage dari Institut Sumber Daya Alam di University of Greenwich di London mengatakan bahwa sebaiknya telur tidak dipanaskan kembali sama sekali. Menurutnya, makanan kaya protein lebih baik dinikmati dingin dalam waktu 24 jam setelah dimasak, daripada memanaskannya.

“Telur sisa sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Dengan melakukannya, protein akan teroksidasi yang dapat menyebabkan adanya zat penyebab kanker dalam makanan,” ujar Dr. Duvenage.

3. Jamur

Jangan memanaskan kembali jamur karena dapat membuat rasa dan tekstur tidak enak. Hal lain pun dapat merusak protein dan nutrisinya.Ilustrasi jamur/Foto: pexels.com/ jess loiterton.

Selain telur, ada juga jamur. Jangan memanaskan kembali jamur karena dapat membuat rasa dan tekstur tidak enak. Hal lain pun dapat merusak protein dan nutrisinya.

Lalu, jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan, orang yang mengonsumsinya bisa mengalami sakit perut, hingga bahaya lain yang lebih mengerikan.

“Sama seperti telur, ketika protein teroksidasi, protein tersebut dapat menjadi karsinogenik (berpotensi menyebabkan kanker),” ujar Dr. Duvenage.

4. Ayam

Ayam termasuk makanan yang tidak bisa dipanaskan ulang. Mengutip Times of India, memanaskan kembali dapat menyebabkan protein menjadi keras dan keringIlustrasi ayam/Freepik: KamranAydinov

Ayam termasuk makanan yang tidak bisa dipanaskan ulang. Mengutip Times of India, memanaskan kembali dapat menyebabkan protein menjadi keras dan kering.

Selain itu, ayam yang tidak disimpan dengan benar dapat berisiko terkontaminasi salmonella. Bakteri ini dapat bertahan hidup selama proses memasak dan berkembang biak jika tidak disimpan dengan benar.

Nah, untuk menghindari dampak tersebut, Beauties bisa menyimpan dalam lemari es dan panaskan kembali pada suhu 74 derajat celcius untuk membutuh bakterinya.

5. Kentang

kentang yang dipanaskan ulang dapat mengubah struktur patinya, yang bisa menyebabkan pembentukan senyawa beracun yang disebut solanin. Solanin dengan rasa pahit ini bisa menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan lainnya.Ilustrasi kentang/Foto: freepik.com

The Wellness Corner mengatakan kentang yang dipanaskan ulang dapat mengubah struktur patinya, yang bisa menyebabkan pembentukan senyawa beracun yang disebut solanin. Solanin dengan rasa pahit ini bisa menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan lainnya.

Dr. Le dalam The Sun pun mengatakan kentang yang sudah dingin dan pada suhu ruang bisa meningkatkan risiko penyakit bawaan Bacillus cereus yang berkembang biak dan meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan. Karena itu, penting untuk langsung menyimpan di lemari es dan panaskan kembali hanya pada saat ingin langsung dikonsumsi.

Source : www.beautynesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.