Begini Cara DP3AP2KB Cegah Kekerasan Anak

3
Begini Cara DP3AP2KB Cegah Kekerasan Anak,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Jumlah kasus kekerasan anak di Kota Tangerang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang sejak Januari hingga Agustus 2018 ada 76 kasus kekerasan anak. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Januari hingga Agustus 2017 ada 42 kekerasan anak yang terjadi. Sementara, hingga akhir tahun kekerasan anak hanya mencapai 75 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Irna Ruidiana mengatakan, trend kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang pada tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya disebabkan masifnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang terkait kekerasan terhadap anak.Dengan demikian banyak masyarakat yang menyadarinya dan berani melaporkan kepada pihak terkait.

Upaya yang dilakukan oleh DP3AP2KB dalam mencegah kekerasan kepada anak dengan memberikan sosialisasi di sekolah-sekolah dan melibatkan guru, komite sekolah, keamanan sekolah dan lainnya.Tujuannya agar meminimalisir adanya potensi pembulyan terhadap siswa. Sedangkan, segmentasi PAUD dan TK, turut diberikan pendididikan mendasar terkait apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan siswa.

“Kami sosialisasikan kepada siswa apa saja bagian tubuh yang bisa disentuh,” ujarnya.

lanjutnya penanganan kasus kekerasan kepada anak membutuhkan peran serta masyarakat. Oleh karenanya masyarakat dapat lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya.

“Penanganan kekerasan anak tidak bisa hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab, warga juga harus mengambil bagian.

Oleh karenanya DP3AP2KB upaya yang dilakukan guna meminimalisir kekerasan anak yang terjadi, DP3AP2KB telah menyiapkan tiga cara khusus yang akan dijalankan yakni  menggelar kegiatan perlindungan anak berbasis masyarakat yang melibatkan unsur  tokoh masyarakat, RT, dan RW. Peserta diberikan  pengetahuan dalam mencegah kekerasan anak,

Kami roadshow ke Kelurahan-Kelurahan dan membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (TAPBM),” ucapnya .

Ia menambahkan peningkatan jumlah kasus dimungkinkan karena lebih banyak yang tahu tentang apa saja yang masuk dalam kekerasan anak.

“Tentu kalau jumlah yang tidak dilaporkan ke kita bisa lebih banyak lagi, kekerasan anak fenomenanya seperti gunung es atau yang tidak diketahui jumlahnya lebih besar,” kata dia.(dit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.