Biaya Daftar Ulang Membebani Orangtua Siswa

1072
Foto " Ilustrasi

Tangerang, Katakota.com – Kondisi pandemi Covid19 menyerang semua sendi kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Dalam kondisi seperti ini, orang tua siswa pun berharap adanya keringanan dalam biaya pendidikan.

Biaya pendidikan dirasa membebani dikala masuk ajaran baru seperti sekarang ini. Biaya yang sifatnya pendukung diharapkan bisa ditiadakan lebih dulu, misalnya biaya daftar ulang.

“Selama Pandemi Corona, sudah sekitar 3 bulan anak-anak kita sepenuhnya belajar dirumah Dan sama sekali tidak menggunakan fasilitas sekolah, tetapi pihak sekolah menharuskan kita membayar daftar ulang dan spp sekolah,” ungkap  Annisa salah seorang orang tua siswa di SD/MI Al Istiqomah, Perum I, Kota Tangerang, Senin (29/6).

Menurut Annisa, saat ini para orang tua siswa di SD/MI Al Istiqomah keberatan dengan adanya biaya daftar ulang yang nilai berkisar 800 ribu hingga satu juta rupiah lebih, sekolah dalam hal ini dinilai tidak memahami kesulitan orangtua siswa sehingga sangat memberatkan ditengah kondisi pandemi ini.

“Para orang tua siswa inginnya uang daftar ulang sekolah dihapuskan, atau paling tidak di kurangi biayanya,” harapnya.

Saat ini biaya bulanan, sambung Annisa, yang harus dikeluarkan orang tua siswa bervariasi mulai dari Rp450 ribu  hingga Rp600 ribu per bulan tergantung kelas masing2. Diakui, meski ada potongan dari pihak sekolah sebesar Rp50 ribu namun dianggap tidak cukup meringankan orang tua siswa.

” pengeluaran Sekolah selama pandemi mengalami penurunan yg signifikan berbanding terbalik dgn biaya yg harus dikeluarkan oleh orangtua siswa, karena masa pandemi kegiatan belajar mengajar beralih ke rumah otomatis pengeluaran rumah tangga semakin meningkat, harusnya hal tsb menjadi pertimbangan sekolah untuk tidak memungut uang daftar ulang dan memberi pengurangan biaya bulanan sekolah”imbuhnya.

Pihaknya pun menyesalkan sekolah yang saat ditemui tidak memberikan jawaban yang bisa diterima para orang tua siswa karena masih Ada tuntutan orangtua siswa yang belum dipenuhi.

“Para orang tua sudah menghadap baik-baik, namun respon yang diterima kurang memuaskan,”katanya.

Annisa dengan orang tua siswa lainnya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara duduk bersama, namun demikian jika tidak bisa maka terpaksa melalui aksi unjuk rasa. 

Sementara itu, pihak sekolah saat dihubungi belum menjawab dan memberikan keterangan terkait keberatan orang tua siswa.

(Eky)

BAGIKAN

3 KOMENTAR

  1. Semoga pihak sekolah bisa berubah hatinya dan terima kasih sdh mengangkat berita ini. Kebetulan anak sy jg sekolah di sini..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.