BPBD Kota Tangerang Tetapkan Siaga Kekeringan, Lima Kecamatan Masuk Daftar Waspada dan Awas

6

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banten telah memasuki musim kemarau dengan potensi kekeringan di sejumlah daerah, termasuk Kota Tangerang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten sejak satu hingga dua bulan terakhir untuk mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah memberikan imbauan kepada masyarakat, melakukan inventarisasi kebutuhan, serta memastikan kesiapan peralatan agar ketika dampak musim kemarau terjadi, kami sudah siap melakukan penanganan,” ujar Mahdiar usai diwawancarai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (27/7/2026).

Mahdiar mengungkapkan, berdasarkan peringatan dini dari BMKG, terdapat empat kecamatan yang berstatus waspada kekeringan, yakni Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang. Sementara itu, Kecamatan Batuceper masuk dalam kategori awas kekeringan.

Menurutnya, penetapan status tersebut didasarkan pada hasil kajian ilmiah BMKG, mulai dari kondisi tangkapan air, ketersediaan sumber air, hingga indikator hidrometeorologi lainnya.

Selain itu, BPBD Kota Tangerang dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menetapkan status Siaga Hidrometeorologi Kekeringan. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau.

Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat selama musim kemarau. Berdasarkan catatan BPBD, sebagian besar kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir didominasi oleh kebakaran alang-alang, rumput kering, serta tumpukan sampah.

Mahdiar mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta segera melakukan penanganan awal apabila menemukan sumber api sebelum membesar.

“Kalau api masih kecil tentu masih bisa ditangani. Namun apabila sudah membesar, masyarakat diharapkan segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan secepatnya,” katanya.

Sebagai upaya mitigasi, BPBD telah melaksanakan sosialisasi program Kelurahan Tangguh Bencana. Selain itu, dalam pekan ini BPBD juga akan mendistribusikan alat pemadam api ringan (APAR) kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

BPBD turut memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terutama dalam mengantisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Saat ini, satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam di area TPA, disertai penyusunan rencana kontinjensi serta pemetaan sumber air untuk mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Mahdiar menambahkan, koordinasi lintas OPD akan terus diperkuat untuk menekan risiko kebakaran selama musim kemarau, terutama kebakaran yang dipicu oleh pembakaran sampah maupun lahan berisi rumput dan alang-alang kering. (Agung)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.