Pemkot Tangerang Andalkan Urban Farming Dan Pompa Air Hadapi Kemarau

4

Pemerintah Kota Tangerang memastikan musim kemarau yang mulai melanda wilayah Banten tidak mengganggu produktivitas sektor pertanian, termasuk aktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengembangkan konsep urban farming.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas pertanian yang dilakukan kelompok tani dan KWT di berbagai wilayah Kota Tangerang selama musim kemarau berlangsung.

“Selama ini kami terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pertanian di kelompok-kelompok tani, termasuk Kelompok Wanita Tani yang ada di Kota Tangerang. Tempat-tempat tersebut sudah memiliki sumber air,” kata Muhdorun saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (27/7/2026).

Menurut Muhdorun, pemerintah berharap kondisi cuaca saat ini tidak berdampak pada hasil produksi para petani. Namun, apabila ditemukan lahan yang mengalami kesulitan air, Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan pompa air untuk membantu proses pengairan.

“Apabila ada yang terganggu, kami menyediakan pompa-pompa air yang bisa digunakan oleh kelompok-kelompok tani untuk mengairi lahan pertanian mereka,” ujarnya.

Muhdorun menjelaskan, pengembangan urban farming di Kota Tangerang juga dinilai lebih adaptif menghadapi musim kemarau karena menerapkan sistem pertanian modern yang lebih efisien dalam penggunaan air.

Ia menyebut metode tanam menggunakan pot maupun wadah tanam lainnya membuat kebutuhan air dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman, sehingga tidak sebanyak pertanian konvensional.

“Kami menerapkan urban farming yang bukan pertanian konvensional, melainkan pertanian modern. Penggunaan air bisa dikurangi karena menggunakan media tanam seperti pot dan sebagainya. Kalaupun penyiraman tetap diperlukan, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman,” jelasnya.

Selain menyiapkan sarana pendukung, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang juga terus memberikan pembinaan kepada para penyuluh pertanian dan petani lokal agar mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan selama musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian perkotaan di tengah kondisi cuaca yang lebih kering.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.