Budi Darmawan, Penggagas Kampung Batik di Larangan

65

Tangerang, Katakota.com -Kampung batik kembang Mayang terpilih menjadi juara harapan 2 dalam lomba inovasi kampung tematik tingkat Kota Tangerang.

Kampung tematik yang diresmikan Walikota Tangerang Arief Wismansyah pada September 2018 ini digagas oleh Budi Darmawan yang merupakan Ketua RT 02 RW 011 Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan.

Budi Darmawan yang juga berprofesi sebagai asesor batik ini memulai gagasannya untuk membentuk kampung batik.

Tahap pertama yang dilakukan Budi Darmawan adalah membenahi lingkungan dengan mengecat tembok rumah warga bermotifkan batik.

Kemudian Budi mengajak ibu-ibu untuk belajar membatik di rumah batik Palbatu Jakarta.

Langkah Budi untuk membentuk kampung batik terus berjalan meyakinkan warga untuk mau menggeluti batik. Kemudian berlanjut dengan dibukanya kelas membatik pada hari Rabu dan Jumat.

“Saat itu memakai nama sanggar batik kembang Mayang dengan meminjam Posyandu Cempaka di jalan Mayang,” ujar Budi.

Beberapa ibu-ibu setempat kini telah memiliki sertifikasi batik. Kondisi ini pun diapresiasi oleh Kecamatan Larangan sehingga secara resmi sanggar batik kembang Mayang dibuka.

“Setelah dibuka banyak pengunjung yang belajar batik dan berswafoto di mural batik,” ujarnya.

Antusias yang tinggi di kampung batik mendorong Pemerintah Kota Tangerang melalui Disbudpar mengadakan pelatihan dasar membatik untuk warga.

“Kampung batik diresmikan oleh Walikota pada September 2019, Walikota pun memesan motif batik khas yakni batik motif Tirta suci kembang Mayang,” ujarnya.

Kampung Batik Kembang Mayang di Kecamatan Larangan
Ajak Generasi Muda Melek Batik

Budi Darmawan penggagas Kampung batik kembang Mayang bercita-cita mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk melek batik.

Menurutnya era saat ini banyak yang salah dalam memahami batik. Generasi milenial hanya melihat kain atau busana batik sudah dianggap batik.

Kemudian batik bagi generasi milenial masih didasarkan pada menyukai warna, motif bahkan harga.

“Agar generasi saat ini dapat mengetahui dan memahami secara tepat tentang batik maka perlu dibuat suatu program dan pendekatan kegiatan yang menarik,” ujarnya.

Salah satunya kata Budi, Pendekatan melalui program edukasi batik yang dibuat oleh Kampung batik kembang mayang yaitu “mengindahkan” proses pembuatan batik. Dan “Image”.

Program yang dibuat ini bertujuan mengenalkan Batik kepada generasi milenial melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi Proses Pembuatan Batik.

Diharapkan dengan Program ini generasi milenial akan menjadi melek batik karena dikenalkan sejak dini serta dikenalkan secara benar mengenai semua hal tentang Batik, baik Sejarah, Filosofi serta Proses Pembuatan Batik.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.