Budidaya Lele Organik, Pangkat Surachman Raih Tangerang Awards 2021

3
Pangkat Surachman (kiri) saat menjelaskan budidaya lele organik/adit

Pangkat Surachman 78 tahun peraih penghargaan Tangerang Awards 2021 untuk kategori tokoh inspiratif memiliki inovasi budidaya Lele organik melalui media Bioflok.

Berawalnya dari keinginannya untuk budidaya lele secara tradisional namun terkendala oleh keterbatasan lahan. Sambil menunggu kesempatan memiliki lahan, Pangkat mengikuti pelatihan budidaya Bioflok di ITB Bogor.

“Tadinya iseng kok ada budidaya lele jumlah ribuan lahannya sempit ternyata pakai kolam terpal, untuk hobi hasilnya bisa dijual lumayan ga perlu sdm dan lahan yang luas, akhirnya saya mengubah keinginan dari budidaya tradisional ke sistem Bioflok,” kata warga Kelurahan Pinang ini.

Memulai budidaya Pangkat melalui beberapa kali gagal panen hingga akhirnya panen besar menghasilkan 2 ribu sampai 3 ribu ekor atau 2 setengah kuintal,” ujarnya.

Budidaya bioflok sekali panen harus diangkat semua. Saat itu Pangkat kebingungan dalam memasarkan hasil panennya.

“Awal panen kita pernah bagikan hasil panen ke tetangga, Kita pernah tawarkan ke pasar harganya jatuh,disana juga ada suplayer nya, tak menerima penjualan secara kontinu,”

Kemudian Pangkat berinovasi untuk  menyelamatkan hasil panennya dengan mengolahnya menjadi olahan lele beku yang siap digoreng.  Inovasi ini terinspirasi saat bekerja di percetakan ketika itu membuat packaging untuk udang beku.

“Akhirnya membuat lele beku  dengan kemasan per Pack ½ kg isi 5 dan 4 dijual seharga Rp 17.500, lele frozen lebih mudah dipasarkan karena pembeli tinggal goreng kemudian juga masa kedaluarsanya mencapai 3 bulan,” katanya.

Keberhasilan Pangkat dalam budidaya lele dengan media Bioflok membuatnya didatangi oleh masyarakat untuk belajar. Pangkat dengan senang hati membagikan ilmunya tanpa dipungut biaya.

Mereka yang menimba ilmu banyak yang berasal dari pegawai terkena PHK karena terdampak pandemi Covid-19. Budidaya lele menjadi harapan untuk berwirausaha.

“Banyak sekali yang datang dan berhasil,dan ada juga yang gagal, mereka yang berhasil memiliki kendala yang sama dengan saya saat pertama kali budidaya yakni pemasaran hasil panen,”kata dia.

Pangkat pun menyelamatkan hasil panen wirausaha baru binaannya dengan membelinya sebagai bahan baku olahan lele beku.

“Sistem ini saling menguntungkan,saya ga perlu membuat kolam untuk memenuhi bahan baku lele beku ”katanya.

Pangkat menjelaskan, lele bioflok disebut lele organik karena cara budidaya yang berbeda dengan lele di empang. Makanannya  khusus serta tak bersinggungan dengan lumpur dan tanah.

“Perbedaan ini membuat lele organik tidak berbau amis, dagingnya  padat dan kering saat digoreng kemudian bentuk tubuhnya  hampir sama dari kepala sampai ekor lele sementara lele lainnya luar kepalanya lebih besar dar badannya,”ujar dia.(adit)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.