Buku UPJ-ICM Diluncurkan, Kajian Layak Huni 42 Kota di Indonesia

8
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro meluncurkan Buku UPJ-Indonesia City Metrics pada Selasa (8/8/2023) di Kampus UPJ Jalan Cenderawasih Ciputat Tangsel.
Kajian dalam buku UPJ-ICM dilakukan di 42 Kota besar di Indonesia termasuk Kota Tangsel.
Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono selaku pemegang saham utama PT Pembangunan Jaya, Prof Bambang Brodjonegoro, Dr Kecuk Suhariyanto, Ir Bernie Djonopoetro, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan. CEO PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi, Rektor UPJ Leenawaty Limantara serta sivitas akademika UPJ.
Rektor UPJ, Leenawaty Limantara mengatakan, buku UPJ-ICM merupakan kajian yang dilakukan UPJ dengan melibatkan pakar keilmuan. Selain itu UPJ juga menggandeng industri dalam hal ini kelompok usaha Pembangunan Jaya yang telah berpengalaman dalam pengembangan dan pembangunan perkotaan.
“Buku ini kami garap hampir 2 tahun jadi bukan sesuatu yang pendek, selama itu kami selalu berinteraksi antara tim peneliti UPJ dengan pakar keilmuan, industri, kami juga membutuhkan wawasan global oleh karenanya kajian UPJ-ICM juga melibatkan komite pengarah diantaranya Prof Bambang Brodjonegoro yang notabene pernah menjadi Menteri, juga ada pak Kecuk dari BPS,  dan lainnya jadi lintas sektoral dan multidisiplin keilmuan,” ungkap Leenawaty.
Dikatakan Leenawaty, lahirnya laporan kajian 42 kota di Indonesia bertujuan menjadi rujukan berbagai pihak untuk memilih kota yang tepat untuk tinggal, pendidikan, investasi dan lainnya.
“Tujuannya sebenarnya setiap kota yang dianalisa akan dilihat performa umumnya. Kemudian melihat kekuatan kota, ada kota yang kuat di aspek tertentu kita lihat kekuatannya, lalu masukan apa yang harus ditingkatkan. Mudah-mudahan akan ada percepatan menciptakan kota layak huni untuk kepentingan masyarakat,” paparnya.
Terkait Kota Tangsel, Leenawaty menuturkan Kota paling muda di Banten ini paling kuat di sektor pendidikan serta perekonomian. Kemudian yang sedikit kurang Tangsel terkait urban culture yang tidak menonjol dan agresif pengembangan mengembangkan budayanya seperti kota lainnya seperti Bandung, Bali, Yogyakarta.
“Padahal di Tangsel ada tidak budayanya yang menarik, ada tetapi tidak didaftarkan, karena kita melihat data,” katanya.
Selain itu, kajian UPJ-ICM yang direncanakan dilakukan secara berkala ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan seperti Pemerintah, termasuk perencana perkotaan untuk membuat dan merencanakan kota yang lebih baik di masa depan.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyambut baik buku UPJ-ICM yang mengkaji kota-kota besar di Indonesia termasuk Kota Tangsel.
” UPJ meluncurkan  buku terkait bagaimana membangun 42 kota di Indonesia dan menganalisa keunggulan kota-kota di Indonesia, mudah-mudahan ini berita baik dan laporan yang baik bisa dipedomani oleh kota-kota di Indonesia khususnya pemkot tangsel,” ujar Pilar.
Disinggung hasil kajian Kota Tangsel dalam buku UPJ-ICM, Pilar mengatakan belum mengetahui secara keseluruhan.
“Tadi kata pak Trisna (CEO PT Pembangunan Jaya) yang paling nomor satu di Tangsel adalah pendidikan kedua aksesbilitas transportasi,” ujarnya.
Menurutnya aksesbilitas transportasi yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) telah dinantikan oleh Pemkot Tangsel.
“Pak Presiden kemarin menyampaikan dalam suatu kegiatan bahwa LRT akan dilanjutkan, mudah-mudahan, kami sebagai tuan rumah masuknya LRT ke Banten kita siap, kita selalu berkordinasi dengan Kemenhub, BPTJ, kami tinggal menunggu instruksi dari pemerintah pusat,” pungkasnya.(adt)
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.