BUMD Berkontribusi Meningkatkan Pelayanan dan PAD

15
BUMD Berkontribusi Meningkatkan Pelayanan dan PAD,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Pemerintah Kota Tangerang memiliki Tiga perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meliputi PD Pasar, PDAM Tirta Benteng dan yang terbaru Holding Company PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Kehadirannya bertujuan meningkatkan pelayanan masyarakat serta turut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan, Tujuan didirikannya BUMD untuk membantu Pemkot dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta PAD Kota Tangerang. Selain itu kehadiran BUMD sebagai wadah usaha untuk menciptakan dan mendorong peningkatan usaha daerah yang berorientasi dan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Perusahaan Daerah yang dikelola secara professional tidak hanya menyumbang pendapatan daerah namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ujarnya.

Salah satu BUMD yakni PDAM Tirta Benteng  PDAM Tirta Benteng terus melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat. Penambahan saluran pipa dan kerjasama dengan pihak swasta dalam peningkatan pelayanan air bersih pun telah dilakukan. Hasilnya, jumlah pelanggan PDAM TB pun setiap tahunnya mengalami peningkatan.

    PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dalam pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat terus meningkatkan jumlah pelanggannya. Hingga saat ini jumlah pelanggan PDAM TB tercatat 38.136 sambungan langganan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan selama empat kurun terakhir.

 “Pada tahun 2014 tercatat 27.526 pelanggan lalu bertambah di tahun 2015 yakni sebanyak 562 pelanggan sehingga menjadi 28.088 sambungan. Memasuki tahun 2016, peningkatan jumlah pelanggan mencapai 4.951 pelanggan sehingga pada akhir tahun tercatat memiliki 33.039 pelanggan, Lalu di tahun 2017 kembali terjadi peningkatan pelanggan dengan data yakni 5.097 pelanggan sehingga total saat ini ada 38.136 pelanggan,”paparnya.

   Kedepan PDAM Tirta benteng menargetkan memiliki 60 ribu pelanggan pada tahun 2019 dengan cakupan di beberapa wilayah Kota Tangerang. Pengembangan pun dilakukan mulai dari zona tiga yang sebelumnya di fokuskan. Akan merambah kepada zona lainnya sehingga seluruh wilayah dapat terlayani dengan baik.

   “Dengan keterpenuhinya kebutuhan air bersih di masyarakat secara tidak langsung akan meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang dan kesehatan,”kata dia.

Kemudian BUMD lainnya yang turut meningkatkan pelayanan serta menyumbangkan PAD bagi Kota Tangerang adalah PD Pasar. Melalui pengelolaan tujuh Pasar tradisional PAD untuk Pemkot Tangerang. Sepanjang tahun 2017 mengalami kenaikan laba bersih dari tahun sebelumnya.

Direktur PD Pasar, Titin Mulyati mengatakan pendapatan laba bersih pada tahun 2017 sebesar Rp 1.300.396.339 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya Rp 1.273.658.657.   Jumlah tersebut telah memenuhi dari target pendapatan yang ditetapkan.

 “Tahun 2018 pendapatan bersih ditargetkan bertambah sebesar 1,6- 1,7 Miliar,” ujar Titin.

     Adapun 7 Pasar yang dikelola PD Pasar meliputi Pasar Anyar, Pasar Bandeng, Gerendeng, Jatiuwung, Malabar, Ramadani, dan Poris Indah. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) 50 persen pendapatan bersih disetorkan untuk PAD dan selebihnya untuk operasional pengelolaan Pasar.

    “Pencapaian pendapatan seiring dengan penataan Pasar yang terus dilakukan, upaya ini agar masyarakat semakin nyaman berbelanja di Pasar tradisional sehingga berdampak kepada perekonomian dan pendapatan daerah,” kata dia.

Sementara BUMD yang baru dibentuk PT TNG mulai mengelola sector-sektor yang dapat meningkatkan pendapatan daerah seperti pengelolaan perparkiran di Kota Tangerang. Tahap pertama pengelolaan yang memanfaatkan teknologi imformasi itu dimulai di 10 titik yang tersebar di berbagai wilayah.

Direktur PT TNG, Nanang Hermawan mengatakan, pengelolaan 10 titik parkir telah dimulai sejak bulan Juli 2018. Dalam pelaksanaannya petugas menggunakan seragam resmi dilengkapi alat pembayaran yang tarifnya disesuaikan peraturan daerah.

“Pembayaran dapat tunai ataupun non tunai melalui alat digital yang disiapkan petugas. Upaya ini selain meningkatkan pendapatan daerah juga meningkatkan pelayanan perparkiran di Kota Tangerang,” kata dia.

Adapun 10 titik parkir yang telah beroperasi meliputi tempat parkir khusus berlokasi di kawasan Pasar Anyar, kawasan perkantoran Cikokol, kawasan Taman potret. Kemudian 7 titik lainnya berada di 2 titik Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Ki Asnawi, dua titik di Jalan TMP Taruna, Jalan Ki Samaun dan Jalan M Yusuf.

“10 titik tahap pertama telah berjalan dengan lancar kemudian sedang dipersiapkan tahap 2 di 12 titik,” ucapnya.

Ia menambahkan 12 titik parkir tahap 2 meliputi Jalan Ahmad Yani, M Yamin, A Damyati, MT Haryono, Kalipasir, Kalipasir Indah, Soleh Ali,Nyimas Melati, Mayjen Sutoyo, Petukangan,dan  Jalan Juanda.

Dikatakan Nanang, Selain mengelola perparkiran, PT TNG diberikan amanah oleh Pemkot Tangerang untuk mencari mitra kerjasama dalam pengelolaan sampah menjadi energy terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA). Tak hanya itu PT TNG juga bakal mengembangkan sayap usahanya diberbagai bidang diantaranya telekomunikasi dan konsultan pajak.

“Sesuai arahan Walikota agar PT TNG dapat membaca peluang dengan pengembangan di berbagai bidang usaha. Saat ini tengah dikaji bidang telekomunikasi dan konsultan pajak, Keduanya memiliki potensi yang baik untuk berkontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),”tukasnya.(*/dit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.