Cak Imin dan Menag Akan Audit Ponpes Tua yang Sudah Memprihatinkan

1

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin memanggil Menteri Agama Nasaruddin Umar ke kediamannya di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas rencana audit terhadap pondok pesantren (ponpes) berusia tua yang bangunannya dinilai memprihatinkan.

Audit ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren yang telah berdiri lama, tetapi belum mendapat dukungan infrastruktur yang memadai.

“Kami akan melakukan audit menyeluruh terhadap pesantren-pesantren tua, terutama yang bangunannya sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” kata Cak Imin dalam keterangannya seusai pertemuan.

Salah satu contoh adalah Pondok Pesantren Al-Khoziny yang sudah berusia 125 tahun. Banyak dari bangunan di ponpes-ponpes semacam itu dibangun tanpa memperhatikan standar struktur bangunan karena keterbatasan dana. Tak jarang, pembangunan dilakukan secara tambal sulam dan bahkan tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

Meski besaran anggaran belum ditentukan, Cak Imin menegaskan renovasi akan tetap dilakukan, terutama bagi ponpes yang benar-benar membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.

“Banyak pesantren membangun dengan seadanya. Karena itu, pemerintah perlu hadir,” tambahnya.

Dana Swasta Dominan

Sementara Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan dari lebih 40.000 pondok pesantren di Indonesia, sekitar 95% dibangun dengan dana swasta.

“Andil pemerintah dalam pembangunan pondok pesantren selama ini sangat minim. Padahal pesantren telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendidik anak-anak mereka,” ujar Nasaruddin.

Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat 344.130 lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 42.369 merupakan pondok pesantren yang lengkap dengan asrama dan fasilitasnya.

Melihat fakta tersebut, Nasaruddin menilai sudah saatnya pemerintah hadir lebih aktif dalam memperhatikan kondisi pondok pesantren, baik dari sisi legalitas bangunan, kelayakan sarana prasarana, hingga aspek keselamatan bagi para santri.

“Pesantren memiliki peran vital dalam mencerdaskan bangsa. Sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih dari negara,” pungkasnya.

Source: Beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.