Si Cantik Claresta Atlet Karate Berprestasi Asal Tangsel

604

Tangsel, Katakota.com—Peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya tepat disematkan kepada Claresta Taufan Kusumarina. Remaja putri 19 tahun ini memiliki hobi karate yang tak berbeda dari ayahnya Sofyan Taufan.

Berawal hanya menyaksikan latihan sang kakak dan ayahnya, Claresta yang ketika itu masih duduk di bangku kelas II SD merasa tertarik dengan beladiri asal Jepang itu. Kala itu, Claresta yang masih kecil menganggap karate seru. Sebab tidak hanya sekadar mempertontonkan dua orang yang sedang melakukan pukulan atau tendangan, tetapi memiliki nilai positif yang menyenangkan. Selain sebagai sarana olahraga, karate juga untuk perlindungan diri.

DSC_4933

“Saat itu hanya karena suka dan seru melihat karate, tidak ada dorongan dari papa untuk terjun ke bidang yang sama,” ujarnya saat ditemui di kawasan BSD, Tangsel.

Claresta menceritakan, setelah mencicipi karate ia merasa bakatnya ada pada olahraga tersebut. Hal itu dibuktikannya ketika pertama kali mengikuti kejuaraan di tingkat sekolah dasar yang berhasil meraih juara pertama. Saat itu dirinya tidak memikirkan soal gender dan kerasnya hobi yang digelutinya itu. Baginya hobi tersebut terbuka bagi siapa saja dan untuk jenis kelamin apa saja. Ditambahkannya, lambat laun karate menjadi bagian dari kesehariannya setelah berhasil juara latihan intensif serta mengikuti berbagai perlombaan diikuti dan mendapatkan juara.

“Perempuan juga harus kuat dan bisa menjaga diri melalui karate keduanya dapat diwujudkan,” ujar mahasiswi Bina Nusantara jurusan arsitektur ini.

IMG_1608

Dara yang sudah menyandang sabuk hitam itu mengatakan, stigma olahraga keras yang melekat di karate ingin dihilangkannya dengan prestasi dan keadaannya saat ini. Baginya meski menyenangi kegiatan yang didominasi pria, ia merasa tetap feminin menjadi seorang perempuan. Sementara di dalam arena dan latihan dirinya tidak memikirkan lawan tanding dan lawan latihan ketika sedang menjadi seorang karateka, ia harus melakukannya secara maksimal. Namun di luar itu, saat bermain dan sekolah dirinya tetap seorang perempuan. Berbagai pengalaman mengerikan yang tidak diinginkan oleh sebagian perempuan pada umumnya pernah dirasakannya saat itu. Seperti tahun 2015 saat bertanding dirinya mengalami cedera di hidung hingga retak. “Resiko cedera sudah biasa dalam karate tetapi saat ini sudah banyak alat pelindungnya, jadi tidak perlu khawatir untuk mencobanya terutama perempuan,” ungkapnya.(ACW)

Ini sederet prestasi Claresta Taufan Kusumarina

•Juara 1 kumite perorangan putri Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2010
•Juara 1 kumite perorangan putri Silent Knight Singapore 2011
•Juara 1 kumite beregu putri Silent Knight Singapore 2011
•Juara 1 kumite perorangan putri Piala Presiden-SBY Cup 2012
•Juara 1 kumite perorangan putri Piala Mendagri 2012 Nasional (Manado)
•Tim Nasional (Pelatnas) Karate Junior 2012 untuk Asian Karate Federation (AKF) Uzbekistan 2012
•Best Of The Best UNAS Cup 2012
•Juara 1 kumite perorangan putri Kobe Osaka Internasional 2012, Malaysia
•Juara 1 Pekan Olahraga Mahasiswa 2015 (Aceh)
•Tim Karate Banten PON 2016.(ACW).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.