TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang resmi membuka Festival Al-A’zhom ke-13 dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat pelajar se-Kota Tangerang dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Kegiatan tahunan tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Kota Tangerang yang menghadirkan berbagai rangkaian acara bernuansa Islami.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Al-A’zhom yang kembali digelar tahun ini. Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang.
“Alhamdulillah, baru saja kita sama-sama membuka Festival Al-A’zhom yang ke-13 dan lomba MTQ tingkat pelajar se-Kota Tangerang. Tadi dihadiri oleh Forkopimda, para kiai, dan pegawai Pemerintah Kota Tangerang. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, Festival Al-A’zhom bukan sekadar agenda tahunan untuk menyambut pergantian tahun Hijriah dari 1447 menuju 1448 Hijriah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar acara tahunan. Banyak rangkaian kegiatan yang bernuansa Islami. Tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menumbuhkembangkan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.
Selain aspek pembinaan spiritual dan karakter, Festival Al-A’zhom juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ribuan pengunjung dari dalam maupun luar Kota Tangerang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Festival Al-A’zhom memiliki energi yang kuat karena mampu menghadirkan ribuan pengunjung. Ini perlu kita pertahankan karena dapat mendongkrak potensi yang ada, termasuk mendukung UMKM dan perekonomian masyarakat,” ungkap Sachrudin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai perlombaan yang digelar dalam festival tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan sportivitas dalam bingkai nilai-nilai Islam.
“Momentum ini sangat baik untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan generasi yang Islami dan mampu menanamkan nilai Rahmatan lil ‘Alamin, yang membawa manfaat bagi seluruh umat manusia,” jelasnya.
Sachrudin menambahkan, pembinaan generasi muda tidak hanya berfokus pada peningkatan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak yang baik. Karena itu, penyelenggaraan MTQ pelajar dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi para peserta.
“Melalui Festival Al-A’zhom dan MTQ pelajar ini, kita ingin menanamkan bukan hanya ilmu, tetapi juga akhlak kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Festival Al-A’zhom 2026 dijadwalkan berlangsung dengan beragam kegiatan keagamaan, edukatif, dan pemberdayaan ekonomi yang melibatkan masyarakat luas sebagai bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.



























