Universitas Ichsan Satya (UIS) merayakan hari jadinya yang ke-19 pada Selasa (4/8/2026). Memasuki perjalanan hampir dua dekade, kampus yang bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi universitas ini terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan serta mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Rektor Universitas Ichsan Satya, Dr. Royani, mengatakan perjalanan selama 19 tahun merupakan pencapaian yang tidak mudah. Menurutnya, mempertahankan eksistensi sebuah perguruan tinggi hingga mendekati usia 20 tahun membutuhkan komitmen dan perjuangan yang panjang.
“Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 4 Agustus, kita semua merayakan hari lahir Universitas Ichsan Satya. Perjalanan kami sudah 19 tahun, itu perjalanan yang luar biasa karena tidak mudah untuk tetap bertahan sampai melebihi angka 10 tahun, bahkan hingga mencapai mendekati 20 tahun,” ujar Dr. Royani saat ditemui di Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026).
Dalam momentum dies natalis tersebut, Dr. Royani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan UIS, terutama para pendiri dan jajaran Yayasan Ikhtiar Kasih Anak Nusantara.

“Kami punya sejarah dan perjuangan yang luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada pendiri dan Pembina Yayasan Ikhtiar Kasih Anak Nusantara, Ibu Hj. Anni Yuliani, jajaran pengurus yayasan, serta Koordinator UIS yang tak pernah bosan mendampingi dan mengingatkan kami untuk selalu berkomitmen pada cita-cita awal,” katanya.
UIS yang sebelumnya berstatus sekolah tinggi kesehatan resmi bertransformasi menjadi universitas pada 2022. Saat ini, kampus tersebut memiliki tiga fakultas, yakni Fakultas Kesehatan, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Komputer.
Menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, pihak rektorat menegaskan fokus utama kampus adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan industri.
“Kami tetap berupaya memaksimalkan berbagai potensi yang ada di universitas untuk menghasilkan lulusan yang tangguh, memiliki integritas, dan memiliki keunggulan. Artinya, lulusan kita harus mampu kompetitif dengan yang lain, baik di pasar nasional maupun pasar global,” tutur Dr. Royani.
Sementara itu, Pembina sekaligus Koordinator UIS menilai tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi serta meningkatnya pemanfaatan sarana dan prasarana modern oleh masyarakat. Karena itu, menurutnya, mutu pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi setiap perguruan tinggi, khususnya kampus yang masih tergolong baru.
“Walaupun kita baru, standar mutu harus kita utamakan. Itu bisa menjadi nilai jual. Kampus baru kalau tidak mengutamakan mutu, itu berbahaya,” ujarnya.
Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas, UIS telah mencatatkan capaian penting di bidang akademik. Dari tujuh program studi yang dimiliki, satu program studi telah berhasil meraih predikat unggul.
“Alhamdulillah dari tujuh prodi, ada satu yang unggul. Ini satu kebanggaan buat kita, sebagai kampus yang baru lahir empat tahun sudah memiliki prodi unggul. Ini bukti komitmen bahwa UIS mau maju bersama dan bersaing secara positif,” tegasnya.
Ke depan, UIS memastikan akan terus melakukan penyempurnaan kurikulum, meningkatkan kualitas dosen, serta memperkuat kolaborasi seluruh civitas akademika agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus menjaga standar mutu sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang kompetitif. (Agung)






























