Dinas Pendidikan Kota Tangerang memperkuat program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSKN). Program ini melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying serta kekerasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan terciptanya sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder.
“Aman dalam arti yang menyeluruh. Aman dari bullying, aman dari kekerasan, aman dari lingkungan, dan sebagainya,” kata Wahyudi saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, aspek kenyamanan di sekolah juga berkaitan dengan kebersihan dan keindahan lingkungan. Karena itu, sekolah, guru, orang tua, siswa hingga masyarakat sekitar harus terlibat.
“Suasana ini hanya bisa diciptakan jika terjadi peran kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, kemudian siswa itu sendiri, termasuk lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Wahyudi mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Tim tersebut melibatkan sejumlah unsur pemerintahan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tim ini terdiri dari semua elemen, semua stakeholder yang ada di pemerintahan. Termasuk juga ada beberapa OPD yang ikut terlibat, DP3A, Bappeda,” katanya.
Selain unsur pemerintah, TNI dan Polri serta perangkat kewilayahan juga dilibatkan. Tim tersebut diarahkan untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif agar seluruh warga sekolah merasa aman dan nyaman.
“Ini diarahkan untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif, yang aman, nyaman, sehingga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang,” ucapnya.
Wahyudi menambahkan pembentukan tim tidak hanya dilakukan di tingkat kota. Gugus tugas juga dibentuk hingga tingkat kecamatan dan satuan pendidikan.
“Di gugus sekolah itu sudah dibentuk. Tingkat kota sudah, tingkat kecamatan, tingkat satuan pendidikan,” pungkasnya. (Agu)































