Dinkes Kabupaten Tangerang Waspadai DBD

33

Tangerang – Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada persoalan lingkungan. Namun juga pada kesehatan tubuh makhluk hidup, terutama manusia yang rentan sekali terserang virus ketika terjadi perubahan cuaca. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyakit demam berdarah atau DBD.

Kabid Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Ni Wayan Manik Kusmayoni menjelaskan, serangan virus yang diakibatkan oleh nyamuk aedes aegypti ini merupakan siklus tahunan yang terjadi setiap tiga tahun sekali. Di mana pada bulan November lalu populasi nyamuk DBD ini menurun.

“Biasanya terjadi pada puncak musim hujan atau tepatnya di Bulan Januari dan Februari. Pada bulan tersebut intensitas hujan sedang tinggi menyebabkan lingkungan dipenuhi dengan kelembaban. Hal ini yang sangat disukai oleh nyamuk-nyamuk tersebut,” ungkapnya, Kamis (17/12/2015).

Manik menambahkan, sebelum masa penularan pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan pencegahan dengan menyemprotkan fogging. Namun upaya pembasmian ini bukan berarti tidak ada kendalanya, karena kelembaban alam yang terjadi membuat bahan kimia pembunuh induk nyamuk ini malah tidak bekerja dan tidak efektif.

“Sebenarnya ada kendala lain ketika disemprotkan fogging, induknya memang mati tapi telur-telurnya malah semakin kuat,” ungkapnya.

Dari data yang ia miliki jumlah penderita DBD di Kabupaten Tangerang sebanyak 123 orang. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan pada tahun 2014 silam yakni sebanyak 316 orang. Kendati demikian, meski terjadi penurunan angka penderita namun angka kematiannya justru meningkat.

Penulis: Mad Sutisna

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.