Disbudpar Kota Tangerang Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Sejarah

4
Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Sejarah Tingkat Pelajar dan Mahasiswa. Kegiatan ini sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan juga sejarah yang ada di Kota Tangerang melalui tulisan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Plt Kadisbudpar Mugiya Wardhany. Ia menjelaskan mengenai maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan tulis ilmiah sejarah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para pelajar atau mahasiswa yang berdomisili di Kota Tangerabg tentang tata cara penulisan karya tulis ilmiah khususnya di bidang sejarah dan cagar budaya Kota Tangerang,” ungkap Mugi, Kamis (14/7/2022).
Mugi menerangkan bahwa peeerta dari para pelajar dan dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang. Mereka semua berdomisili di Kota Tangerang.
Narasumber dalam kegiatan tersebut di antaranya Mushab Abdu Asy Syahid yang merupakan Tim Ahli Cagar Budaya dari Departemen Arsitektur UI, Alfian Nugraha Fauzi, dan E. Sumadiningrat dari akademisi.
“Kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah sejarah ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pelajar dan mahasiswa tentang tata cara penulisan karya ilmiah sejarah. Serta lebih mengetahui secara mendalam tentang sejarah Kota Tangerang. Sehingga generasi muda di Kota Tangerang akan lebih mencintai kotanya,” kata Mugi.
Kegiatan tersebut juga dibuka oleh Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. Arief menyampaikan Kota Tangerang memiliki nilai-nilai budaya serta sejarah yang cukup kental sebagai salah satu kota metropolitan dengan masyarakat yang heterogen.
“Salah satunya ditandai dengan keberadaan Masjid Kalipasir yang merupakan masjif tertua di Kota Tangerang. Serta Kelenteng Boen Tek Bio yang juga terkrnal di kalangan masyarakat Tionghoa,” ucap Arief.
Arief menambahman penulisan karya ilmiah sejarah juga sebagai tindak lanjut dari masuknya era revolusi industri 4.0. Di mana arus informasi bergulir sangat cepat serta upaya antisipaso budaya dan kearifan lokal yang ada tidak ditinggalkan.
“Saya berharap semua peserta dan narasumber bisa mengeksploraso dengan kreatif budaya yang ada di Kota Tangerang,” paparnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.