Katakota.com– Jumlah pecinta dan pelaku seniman tembang lawas cukup banyak di Kota Tangsel salah satunya terhimpun dalam Group Seni Baraya (GSB).
GSB diresmikan di Kedai Karib Jalan Cemara II no 42 Pamulang Barat. Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taryono, Kepala Dinas Pariwisata, Judianto dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Ashar Syamun.
Ketua GSB Amri Omo Sugandi (58) menuturkan, kehadiran GSB upaya menyatukan para seniman yang pernah naik daun pada era menghiasi layar kaca TVRI. Saat ini mereka masih menjiwai dan tetap melestarikan tembang-tembang lawas yang melegenda.
“Ingin menyatukan seniman-seniman di Tangsel. Banyak teman-teman senang lagu lawas, lagu pop dan keroncong. Kami sudah aktif di keroncong dan juga di pop serta bebarapa lagu-lagu daerah. Kami ingin diakui wilayah Tangsel makanya kami membentuk paguyuban ini sebagai wadah bawah kami seniman-seniman di Tangsel yang akan memberikan hiburan secara positif dan baik,”kata Amri Pembawa acara 1985 Bintang Radio TVRI.
Artis-artis lawas yang dulu cukup terkenai seperti Mamik Slamat, Mus Mulyadi dan yang lain kerap kumpul bersama. Berdendang bersama. Dengan lagu bisa menyatukan, memberikan kebahagiaan, dan bisa menyehatkan badan.
“Di Tangsel ini, kami sering bergabung dengan Mamik Slamet, Mus Mulyadi kemudian Susi , Dina Maryana dan banyak artis. Sekretariat ada Perumahan MA Pamulang Timur sedangkan di Karib ini untuk tempat berlatih dengan nuansa terbuka jadi semua bisa lepas,” tukasnya.

Amri yang pernah mengisi acara Aneka Ria Safari, Irama Keroncong dan Gebyar Keroncong ini menuturkan,Usai diresmikan GSB akan terus semakin eksis membawakan lagi-lagu lawas dan lagu-lagu saat ini.
Menurutnya lagu lawas bukan berarti dicintai dan dinikmati orang-orang dulu tapi anak muda saat ini pun bisa menikmati atau ikut bergabung untuk berlatih. Tidak menutup kemungkinan pecinta tembang lawas akan turut bergabung dari berbagia kota.
“Setelah dibentuk rencana kami ingin berjalan terus baik seniman musiknya maupun artisnya di wilayah Tangsel dan kami tidak menutup kemungkinan rekan-rekan yang ada di luar Tangsel dapat bergabung. Lagu-lagu dari zaman old hingga zaman now tahun 1970 hingga sekarang,” tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Judianto, berharap agar GSB bisa tampil dengan profesional dan dikemas dengan semenarik mungkin.Kemudian bisa turut meramaikan gedung gelanggang budaya milik Pemkot Tangsel yang baru saja selesai dibangun di Taman Kota dua, Serpong.
“Dikemas lebih baik untuk diberikan ruang di gelanggang budaya. Kami berharap bisa tampil lebih profesional. Kami juga sedang komunikasi dengan pihak hotel yang nantinya bisa menampilkan GSB,” tandasnya (Dit)
























