Hobi Unik Koleksi Syal Sepak Bola

524

 

Tangerang,katakota.com—Buat para penggemar sepakbola, selain daya tarik permainan serta pemainnya, pernak-pernik klub selalu menjadi incaran. Selain jersi, salah satu yang diburu adalah syal.

Seperti Yudistira Novian misalnya. Hampir seratus lima puluhan koleksi syal bertuliskan nama klub sepakbola dimilikinya. Koleksinya tersebut didapatkan tidak hanya dari membeli namun juga bertukar dengan suporter lainnya.

Dikatakan pria yang juga termasuk anggota Indonesia Football Scarves Collector (IFSC) ini, dengan syal yang dimiliki selain ciri khas dari pendukung klub sepakbola juga pererat tali silatuhrahmi sesama suporter sepakbola di Indonesia baik secara pribadi maupun secara kelompok.

Selama ini koleksinya yang berasal dari luar daerah didapatkannya dari sesama suporter ketika sedang mengikuti klub kesayangannya melawat bertandang ke kota lain.

“Waktu itu sering ikut tur tandang Jawa-Sumatera setiap kota tukeran syal bawa sendiri dari Jakarta sengaja untuk dituker di sana dengan suporter lainnya”ujarnya saat ditemui di Stadion Benteng Tangerang beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, dari koleksinya itu terdapat salah satu syal yang termahal dan berasal dari luar negeri. Sebab negeri tersebut terkenal di dunia sebagai penghasil syal terbaik yang adminnya berada di negara Siprus dan pembuatannya di Bulgaria.

Baginya koleksi syalnya merupakan kepuasan batin yang tak terkalahkan dengan yang lainnya. Diakui dirinya tidak memiliki motif komersil untuk dijual kembali seperti halnya dilakukan sebagian kolektor barang-barang khusus.

“Hobi saya ini untuk diri sendiri tidak untuk dijual,”ungkapnya.

Terkait perawatan, ditambahkannya, selama ini koleksinya tidak pernah dicuci nmenggunakan sabun deterjen dikarenakan dapat merusak kain syal. Untuk itu, dirinya hanya menggunakan softener saja dengan teknik pencucian yang lembut. Setelah selesai mencuci dan dikeringkan, maka syal koleksi tersebut apabila ingin terbebas dari kotoran dan debu sebelum dimasukkan ke lemari sebaiknya dimasukkan ke dalam plastik.

“Tidak sulit mengoleksi syal dari mendapatkan sampai merawatnya,”pungkasnya.(ACW)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.