Icon Taman Fatahillah Karya Akademisi DKV UPH Raih Penghargaan IGDA 2

21

Tangerang, Katakota.com — ‘Icon Taman Fatahillah’ karya Eston K. Mauleti, S.Sn., M.Ds. Dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (DKV-UPH) terpilih sebagai pemenang Kategori Informasi (Akademisi) pada Indonesian Graphic Design Award (IGDA) 2 yang diumumkan pada 27 Agustus 2017, di FGD Expo Plenary pre-function, Hall B. Jakarta Convention Centre.

‘Icon Taman angahillah’ mewakili karakteristik kota tua yang diwujudkan melalui icon. Karya ini dituangkan dalam bentuk buku konsepdan poster berukuran A0 ngng direview oleh panitia IGDA2. Prestasi ini mengukuhkan komitmen Eston sebagai akademisi yang terusmengupdate pengetahuan dan standar kualitas desain grafis sesuai perkembangannya.

“ Dengan mengikuti berbagai kompetisi baik di dalam dan di luar negeri, tentunya menambah pengetahuan dan wawasan saya sebagaiakademisi tetapi berguna juga untuk mahasiswa –mahasiswa saya di DKV-UPH. Ini sangat penting supaya mahasiswa mengetahui danbisa menghasilkan karya berkualitas memenuhi standard design serta mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” jelasEston.

Menurut Eston dalam setiap karya graphic design pada prinsipnya harus memiliki pesan yang mau disampaikan kepada khalayak. Icon Taman Fatahillah berangkat dari keinginan untuk mengabadikan central kota tua Jakarta yang menyimpan banyak atribut mulai darimasa lampau hingga masa kini. Di tempat ini juga berkumpul orang dari berbagai usia dan kelas. Melalui karya ini Eston inginmenyampaikan sebuah harapan jangan sampai perkembangan jaman menggerus sejarah yang pernah ada di Taman Fatahillahtersebut.

Melalui pemahaman akan fungsi desain grafis, salah satunya untuk merepresentasikan karakteristik realitas dalam bentuk icon grafis, Eston mengajak khalayak luas untuk merasakan karakteristik dari realitas yang ada.

“Icon adalah peniruan objek nyata dalam bentuk gambar. Icon adalah bahasa visual yang sederhana, unik, dan mudah dikenali olehmasyarakat global (contohnya icon toilet di mal). Pada perancangan ini, prinsip icon dan Gestalt merupakan perpaduan yang tepatdalam proses pembuatan Icon Taman Fatahillah,” jelas Eston.

Melalui riset yang dilakukan, Eston mendapatkan fakta tentang Alun-alun Taman Fatahillah sebagai panggung besar yang menampilkanberbagai peran kehidupan warga Jakarta seiring berjalannya waktu. Tingkah pola warga di Taman Fatahillah merupakanpemanandangan yang menarik dan unik.

“Saya berharap melalui penciptaan ‘Icon Taman Fatahillah’, khalayak luas bisa menghargai Taman Fatahillah dengan segala kelebihandan kekurangannya, sebagai sebuah keunikan. Inilah kekayaan yang dapat kita wariskan kepada generasi masa depan,” tambahnya.

Karya Eston ‘Icon Taman Fatahillah’ memenuhi kualifikasi yang ditetapkan panitia IGDA untuk mengangkat konten lokal, melaluipenggalian sumber-sumber ide dan proses sehingga menghasilkan karya kreatif dalam mengeksplorasi solusi. Karya yang dihasilkanjuga dapat dinikmati secara luas bagi komunitas lokal dan internasional.

Event IGDA diprakarsai oleh Desain Grafis Indonesia (DGI), pertama kali diadakan tahun 2009. Sebanyak 278 karya dari 13 kategori yang diperlombakan dan dinilai oleh 20 juri yang terdiri dari profesional dan akademisi. IGDA 2 lebih dari sekedar ajang penghargaan dankompetisi pada umumnya, karena membawa misi memajukan para petani desain lokal. Karena terbukti, yang mampu bertahan dalamserbuan pasar global adalah petani desain yang mampu menghidupkan kembali inti-inti kebudayaan lama sebagai basis desain lokaluntuk bersaing dan memiliki karakter di dunia internasional.

Ajang IGDA diharapkan dapat menciptakan suatu standar yang menjadi tolok ukur (benchmark) bagi kualitas desain grafis Indonesia – yang setiap tahunnya dinyatakan kepada publik nasional dan internasional – sehingga kelak eksistensi desain grafis Indonesia bisadiperhitungkan di dunia internasional. Selain itu secara sistematik diharapkan terjadi pendokumentasian karya-karya desain grafisIndonesia untuk kelak diwujudkan dalam bentuk Museum Desain Grafis Indonesia yang berfungsi sebagai pusat studi danpengembangan desain grafis Indonesia. (rls/eq)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.