Kemajuan zaman menuntut hadirnya ide segar dan inovasi berkelanjutan. Melihat semangat itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan Jakarta Innovation Days (JID) 2025, yang digelar pada 21-25 Oktober 2025 dengan mengusung tema “Explore, Connect, and Impact.”
Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya kreatif dan gagasan inovatif yang lahir dari berbagai latar belakang. Bertempat di sejumlah titik kawasan Dukuh Atas, JID 2025 menghadirkan pameran karya, talkshow interaktif, dan sesi diskusi bersama narasumber inspiratif.
Antusiasme Masyarakat di Tengah Panggung Inovasi
Sejak hari pertama, acara langsung dipadati pengunjung, terutama dari kalangan muda. Salah satunya, Putri (28) asal Bekasi, yang datang karena tertarik dengan tema “From Local Vibes to Global Feeds” yang membahas budaya dan pariwisata Jakarta.
“Menurut aku acaranya bagus, terutama buat anak muda biar lebih melek sama keadaan Jakarta sekarang dan tahu arah pengembangannya ke depan,” ujarnya.
Putri juga antusias mencoba stan wisata virtual yang menampilkan destinasi populer Jakarta seperti Sabang dan Urban Forest Cipete. “Seru banget, kayak benar-benar bisa jalan di dalamnya,” katanya.
Senada dengan itu, Nanda (25), content creator asal Jakarta, mengapresiasi konsep JID 2025 yang terbuka untuk publik. “Bagus banget, apalagi workshop-nya gratis. Jadi orang-orang luar Pemprov juga bisa tahu Jakarta mau dibawa ke arah mana,” tuturnya.
Baginya, sesi talkshow dengan narasumber luar negeri menjadi pengalaman paling berkesan, terutama saat membahas pelestarian kawasan heritage. “Aku tuh suka banget hal-hal berbau vintage, apalagi Kota Tua. Padahal potensial banget dan ikonik,” ujarnya.
Terinspirasi dari acara ini, Nanda berencana membangun komunitas walking tour agar anak muda Jakarta lebih mengenal sejarah kotanya. “Aku pengen banget bikin komunitas yang ngajak orang jalan bareng ke tempat bersejarah. Jadi enggak cuma nongkrong, tapi juga belajar,” tambahnya.
Ruang Terbuka untuk Kreator dan Inovator Muda
Dalam pembukaan acara pada Selasa (21/10), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta kini menjadi ruang terbuka bagi inovator dan kreator muda.
“Acara ini memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak muda, kreator, dan inovator untuk berkarya di Jakarta. Kota ini kini menjadi ruang terbuka bagi siapa pun yang ingin berinovasi dan mengeksplorasi potensi diri,” ujarnya.
Pramono juga meninjau sejumlah stan inovasi, termasuk karya teknologi bagi penyandang disabilitas.
“Saya melihat langsung karya anak-anak kita yang luar biasa. Ada teknologi yang dirancang untuk membantu teman-teman tunanetra dan tuli. Setelah saya coba sendiri, hasilnya benar-benar mengesankan,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut JID 2025 sebagai bagian dari Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta.
“Kami berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas kolaborasinya dalam menggerakkan para pelaku ekonomi kreatif. Tahun depan, Jakarta akan menjadi tuan rumah konferensi ekonomi kreatif dunia,” ujarnya.
Riefky menambahkan, Oktober ini diperingati sebagai Bulan Kreatif Nasional dengan puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober 2025. “Seluruh daerah, termasuk DKI Jakarta, ikut berpartisipasi aktif menyemarakkan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Ini menunjukkan semangat kolaborasi yang terus tumbuh di berbagai penjuru negeri,” katanya.
Kreativitas Jadi Arah Baru Pembangunan Jakarta
Inovasi tak hanya soal teknologi, tetapi juga pelestarian nilai budaya. Hal ini disampaikan oleh Shinta Nindyawati, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, dalam sesi Innovation Talks pada Kamis (23/10/2025).
“Jakarta sekarang naik peringkat di Global City Index, dari posisi 75 menjadi 71. Harapannya di tahun 2045 bisa masuk 20 besar dunia,” ujarnya.
Shinta menilai, budaya adalah fondasi dari ekonomi kreatif. Ia mencontohkan kolaborasi lintas sektor seperti Jakarta Film Week, Indonesia Contemporary Art and Design (ICAD), hingga Jakarta Design Interior sebagai bukti sinergi antara tradisi dan modernitas.
“Kolaborasi inilah yang membuat event seperti Jakarta Innovation Days semakin relevan,” tuturnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Scott Guggenheim dari Georgetown University menekankan pentingnya riset dan kebijakan publik yang partisipatif.
“Kita tidak bisa membangun dari atas ke bawah. Harus bekerja dengan komunitas seniman, warga, komunitas Tionghoa, hingga nelayan di Sunda Kelapa,” ujarnya.
Menurutnya, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, partisipasi sosial, dan pelestarian budaya akan menjadikan Jakarta kota yang inovatif sekaligus manusiawi.
Karya Inovatif Pelajar Jadi Sorotan
Tak hanya dari kalangan profesional, kreativitas juga datang dari pelajar. Salah satu stan yang mencuri perhatian berasal dari SMKN 44 Jakarta dengan inovasi “Kantin Digital.”
“Ide ini muncul karena setiap kali bel istirahat bunyi, 300-400 siswa turun bersamaan ke kantin. Jadi kami bikin solusi lewat website agar siswa bisa pesan makanan dari kelas,” kata Dinda, salah satu siswa.
Sementara itu, SMKN 61 Jakarta memperkenalkan alat tangkap ikan ramah lingkungan bertajuk “Bubu Ganda Inovatif dengan Sistem Penanda Tenggelam.”
“Kami berinovasi membuat penanda yang ikut tenggelam sampai kedalaman 20 meter. Jadi aman dari kapal dan pencurian,” jelas Rayhan, siswa pengembang.
Guru pembimbing Sarba Suryadi menambahkan, bubu rancangan siswanya ini tidak menggunakan umpan. “Dibiarkan dua-tiga hari, ikan seperti kerapu dan ekor kuning masuk sendiri,” ujarnya.
Jakarta Innovation Days 2025 menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Melalui pameran, lokakarya, dan forum diskusi, acara ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak inovator muda yang membawa dampak nyata bagi masyarakat dan kota.
Source: Liputan6.com


















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395118/original/024933900_1761655714-JID.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395119/original/044666400_1761655715-DKI_Jakarta_3.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395120/original/033312100_1761655717-DKI_Jakarta_1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395121/original/009942200_1761655718-Booth_JID.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5395122/original/033003000_1761655718-Booth_JID_2.jpg)








