Jokowi Curhat Soal Fitnah, “Jangan Dikira Saya Takut”

4
Capres nomor urut 01 Joko Widodo. (Foto: Bramantyo/Okezone)

Katakota.com, -Di hadapan ribuan relawan Sedulur Kayu dan Mebel, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengatakan dua bulan lagi masuk masa pilpres yang nantinya menentukan arah bangsa. Lalu seiring mendekati hari pencoblosan, tutur Jokowi, banyak beredar pula fitnah dan berita bohong (hoaks).

“Justru yang terjadi sekarang ini adalah banyaknya semburan-semburan fitnah di medsos dan darat. Semburan kebohongan di mana-mana,” jelas Jokowi, di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Ia menuturkan, masyarakat sudah sangat cerdas dan tidak mudah terjerumus dalam berita-berita bohong. Sehingga, kebohongan tidaklah berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat kepada dirinya.

Jokowi mengatakan, selama empat tahun menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, dirinya juga selalu mendapat “serangan” dari berbagai pihak. Namun, semuanya diabaikan dan lebih memilih fokus bekerja untuk rakyat.

Ia menuturkan, tidak ada rasa takut sedikit pun untuk kepentingan bangsa dan negara. Berbagai isu yang dilontarkan, seperti antek asing, sangat tidak mendasar dan tak ada yang benar.

“Selama ini saya diam, karena saya ingin bekerja dan terus bekerja. Saatnya kini saya menjawab. Saya selalu sabar, tapi terus dihina dan direndahkan. Jangan dikira saya takut,” ucap Jokowi.

(Foto: Okezone)

 

Ia mengatakan, apa yang telah dilakukan pemerintah bukan suatu hal mudah. Berbagai tekanan datang silih berganti, termasuk intrik politik.

Jokowi menuturkan, tudingan soal anak PKI kerap dilontarkan. Ia mengatakan, dirinya lahir pada 1961, sedangkan PKI sudah dibubarkan pada 1965–1966.

“Artinya, saya baru berumur empat tahun. Apa ada balita PKI? Demikian juga dengan tudingan bahwa saya anti-ulama dan anti-Islam. Saya setiap minggu mengunjungi pondok pesantren. Yang menandatangani Hari Santri kan saya juga,” ucapnya.

Jokowi turut memaparkan pencapaian kerjanya selama empat tahun menjabat. Di antaranya telah berhasil mengambil alih kembali sejumlah aset ke Indonesia. Seperti pada 2015, Blok Mahakam yang sudah lebih dari 50 tahun dikelola Prancis dan Jepang berhasil diambil alih.

Kemudian pengambilalihan Blok Rokan yang sebelumnya dikelola Chevron Amerika Serikat, sekarang dimenangkan Pertamina dan 2018 ini sudah 100 persen.

“Termasuk Freeport yang sudah 40 tahun lebih dikelola PT Freeport-McMoran, pada akhir 2018 sudah berhasil diambil 51,2 persen. Antek asingnya di mana?” tutur Jokowi.

Sumber : Okezone.com

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.